Buntut Penolakan Raja Malaysia, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin Didesak Mundur

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin koalisi partai berkuasa di Malaysia dan oposisi menyerukan agar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya. Seruan ini disampaikan setelah Raja Al-Sultan Abdullah menolak permohonan Muhyiddin untuk memberlakukan status negara darurat untuk menghadapi pandemi Covid-19.

    Muhyiddin dituding menggunakan alasan itu untuk menangguhkan parlemen dan menghindari masalah mayoritas parlemen yang dipersoalkan Anwar Ibrahim, pemimpin partai oposisi. 

    "Terimakasih, Raja tidak dipengaruhi oleh permainan politik yang dapat menyeret negara ke wilayah lebih kritis," kata Ahmad Puad Zarkashi, pemimpin senior di Organisasi Nasional Melayu Bersatu atau UMNO di halaman Facebook, seperti dikutip dari Channel News Asia, 26 Oktober 2020.

    UMNO merupakan partai terbesar dalam koalisi partai berkuasa di Malaysia saat ini.

    "Kesejahteraan masyarakat lebih penting. Muhyiddin harus mundur," ujar Ahmad Puad.

    Anggota parlemen dari partai oposisi, Wong Chen mengatakan proposal jahat Muhyiddin telah ditolak raja. Dengan begitu perdana menteri harus mengundurkan diri atau memecat menteri yang mengusulkan situasi darurat.

    Muhyiddin belum menanggapi seruan mundur. Dia dijadwalkan mengadakan rapat kabinet hari ini untuk membahas penolakan raja tentang situasi darurat untuk menghadapi pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Kreatif Memanfaatkan Platform Jaringan Sosial Untuk Pembelajaran

    Berdasarkan konsep Merdeka Belajar Menteri Nadiem, Pemanfaatan Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran sangat Penting.