Amerika Kalah dalam Voting Embargo Senjata Iran di DK PBB

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu sidang DK PBB. Reuters

    Suasana salah satu sidang DK PBB. Reuters

    TEMPO.CO, New York – Pemerintah Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam pemungutan suara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa – Bangsa atau PBB terkait perpanjangan embargo senjata Iran.

    Perwakilan Rusia dan Cina menolak usulan perpanjangan embargo senjata Iran, yang akan berakhir pada Oktober 2020 seperti diatur dalam Perjanjian Nuklir Iran 2015.

    Perjanjian nuklir ini didukung oleh Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan Cina. AS, yang awalnya mendukung, menarik diri pada 2018.

    Sebelas anggota DK PBB seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, memilih abstain. Sedangkan Washington, dan Republik Dominika menjadi dua negara yang mendukung usulan itu.

    “Kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak secara meyakinkan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional tidak bisa diterima,” kata Mike Pompeo, menteri Luar Negeri AS, seperti dilansir Reuters pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    Ini berarti pemerintah Amerika bisa melanjutkan dengan ancaman untuk memicu penerapan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran.

    Ini menggunakan sebuah ketentuan dalam perjanjian nuklir itu yang dikenal sebagai ketentuan kembali ke awal meskipun Presiden AS, Donald Trump, meninggalkan perjanjian itu pada 2018.

    Diplomat mengatakan AS bisa melakukan ini paling lambat pekan depan tapi akan menghadapi pertempuran yang keras dan ramai.

    “Dalam beberapa hari lagi, AS akan mengambil langkah untuk melakukan semua upaya memperpanjang embargo senjata,” Kelly Craft, duta besar Amerika untuk PBB, dalam pernyataan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.