Berjejak Kolonial, Kereta Emas Raja Belanda Berpotensi Nganggur

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Belanda Willem Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diulosin dengan kain ulos Pinunsaan ketika disambut oleh masyarakat Batak di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis 12 Maret 2020. Selain berwisata di Danau Toba, Raja dan Ratu Belanda juga mengunjungi rumah adat Batak yang usianya sudah mencapai ratusan tahun sekaligus bersilahturahmi bersama masyarakat. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Raja Belanda Willem Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diulosin dengan kain ulos Pinunsaan ketika disambut oleh masyarakat Batak di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis 12 Maret 2020. Selain berwisata di Danau Toba, Raja dan Ratu Belanda juga mengunjungi rumah adat Batak yang usianya sudah mencapai ratusan tahun sekaligus bersilahturahmi bersama masyarakat. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Willem-Alexander darii Belanda membuka kemungkinan akan berhenti menggunakan kereta emas yang menggambarkan kejayaan kolonialisme Belanda.

    Wacana menganggurkan kereta emas Raja Belanda tersebut disampaikan setelah muncul kritik di tengah protes anti rasisme, Black Lives Matter. Selain kereta kuda, status patung-patung pahlawan angkatan laut dari abad ke-17 juga menjadi topik perdebatan hangat di Belanda.

    “Kami mengikuti dan mendengarkan pembahasan tersebut,” kata Raja Willem-Alexander seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Kereta kuda emas yang dibangun sejak 1898 itu dikritik karena salah satu panelnya menggambarkan perbudakan terhadap orang-orang kulit hitam dan Asia. Figur warga kulit hitam dan Asia pada panel tersebut ditampilkan tengah melayani seorang perempuan kulit putih. 

    “Selama ada diskriminasi implisit dan eksplisit di Belanda, kita harus mengatasi itu,” kata Willem-Alexander.

    Selama ini, kereta kuda berlapis emas itu kerap digunakan untuk mengangkut raja ke acara Parlemen setiap September. Namun, kereta emas itu belum akan dioperasikan lagi sampai 2021 nanti karena tengah diperbaiki. 

    Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengaku sudah menyadari bahwa kereta tersebut akan memicu emosi. Walaupun tak dipungkiri itu bagian dari sejarah Belanda.

    FRISKI RIANA | ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.