Sajadah Dijual untuk Karpet Dekorasi, Peritel Ini Diprotes

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Retailer Shein meminta maaf karena menjual sajadah untuk dijadikan karpet. Sumber: Twitter/middleeastmonitor.com

    Retailer Shein meminta maaf karena menjual sajadah untuk dijadikan karpet. Sumber: Twitter/middleeastmonitor.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Retailer fashion online Shein melayangkan permohonan maaf setelah mendapat kecaman karena menjual sajadah dengan menyebutnya sebagai karpet dekorasi. Padahal di sajadah tersebut jelas terdapat gambar Ka'bah, yang menjadi kiblat sholat umat Muslim sehari-hari.

    Kasus ini menjadi sorotan setelah mahasiswi jurusan jurnalisme, Khadijah Rizvi, dari Universitas Salford, Inggris, mengunggah ke akun Instagram iklan penjualan sajadah untuk dekorasi itu. Unggahan Rizvi tersebut langsung viral.

    View this post on Instagram

    To our community We’re sorry.

    A post shared by SHEIN.COM (@sheinofficial) on

    Rizvi dengan akun Instagram @s.khadija.r mengatakan, Shein sengaja memberi nama baru dan menjual sajadah tersebut hanya untuk mengambil keuntungan. Ia menilai sajadah tersebut dijual untuk menjadi aksesori rumah.

    Pemilik akun Twitter @nabela mengaku sudah menghubungi pihak Shein dan meminta agar menarik penjualan alat salat yang dianggap karpet tersebut. Sebab tindakan retailer Shein tersebut dinilai telah menyinggung umat Muslim.

    Menyadari hal ini menjadi perbincangan dan menuai kecaman, Shein pun akhirnya memberi klarifikasinya dan meminta maaf dalam unggahan akun instagramnya.

    "Sebagai brand global, kami berjanji untuk bekerja lebih baik dalam mengedukasi diri kami sendiri mengenai perbedaan budaya, agama, dan tradisi untuk memastikan komunitas yang beragam dihargai dan dihormati,"

    ADITYO NUGROHO | middleeastmonitor.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.