Tunisia Menolak Petisi Ikhwanul Muslimin Masuk Daftar Teroris

Pendukung Ikhwanul Muslimin meneriakan slogan anti-pemerintah militer saat unjuk rasa di Kairo Matariya, Mesir, 1 Juli 2015. Mereka memprotes pemerintah yang menetapkan hari libur nasional, setelah dua tahun penggulingan Presiden Mohammed Morsi. AP/Belal Darder

TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Tunisia menolak sebuah petisi yang meminta agar kelompok Ikhwanul Muslimin dimasukkan ke dalam daftar hitam negara itu. Petisi itu disorongkan oleh kelompok oposisi yakni Partai Kebebasan Konstitusional (PDL), yang menguasai 10 kursi parlemen dari total 217 kursi.

Situs aa.com.tr mewartakan PDL ingin organisasi Ikhwanul Muslimin dimasukkan ke dalam kategori organisasi teroris. Akan tetapi, petisi itu ditolak oleh biro parlemen Tunisia yang terdiri dari juru bicara parlemen, para wakilnya dan 10 perwakilan anggota parlemen dari semua partai yang duduk di parlemen.

Pendiri Ikhwanul Muslimin, Hassan al-Banna.[biography.com]

Partai Ennahda, yang menguasai 54 kursi parlemen, menggambarkan rancangan yang diajukan PDL sama dengan buang-buang waktu. Sedangkan juru bicara Partai Ennahda, Sayyid Ferjani, mengatakan petisi yang dimasukkan itu ditujukan untuk melayani agenda asing dan hanya fokus ke masalah yang sangat kecil.

Sebelumnya pada April 2019 situs nytimes.com mewartakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan agar kelompok Ikhwanul Muslimin dimasukkan sebagai sebuah organisasi teroris. Penunjukkan ini akan memberlakukan sanksi kepada kelompok itu dan mereka yang melakukan aktivitas bisnis dengan Ikhwanul Muslimin.

Akan tetapi, pejabat di Pentagon dan Kemenerian Luar Negeri Amerika Serikat keberatan dengan usulan itu. Mereka mengatakan kelompok Ikhwanul Muslimin tidak memenuhi definisi hukum sebagai sebuah kelompok teroris. Usulan yang diajukan Trump itu juga bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan dari negara-negara sekutu Amerika Serikat, di mana Ikhwanul Muslimin memilik pengaruh politik yang besar.

Ikhwanul Muslimin adalah sebuah gerakan yang dibentuk di Mesir pada 1928 oleh Hasan al-Banna, seorang guru sekolah yang bekerja di Kota Ismailia dekat Terusan Suez. Al-Banna mengatakan kebangkitan Islam akan memungkinkan umat Muslim dunia mengejar kemajuan negara-negara Barat dan melepaskan diri dari aturan penjajahan.

  






Inilah Alasan Yusuf Al Qaradawi Kerap Dipenjarakan Rezim Penguasa Mesir

1 hari lalu

Inilah Alasan Yusuf Al Qaradawi Kerap Dipenjarakan Rezim Penguasa Mesir

Yusuf Al Qaradawi dikenal sebagai sosok ulama kontemporer yang berani dan kritis. Aktif terlibat dalam gerakan Ikhwanul Muslimin memuat dirinya kerap dipenjara.


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

2 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

2 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


Ulama Ikhwanul Muslimin Yusuf Al Qaradawi Wafat, Dimakamkan di Qatar

2 hari lalu

Ulama Ikhwanul Muslimin Yusuf Al Qaradawi Wafat, Dimakamkan di Qatar

Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati secara in absentia pada 2015 terhadap Yusuf Al Qaradawi sebagai pemimpin Ikhwanul Muslimin


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

3 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

4 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

6 hari lalu

Ditolak, Petisi Pemerintah Filipina agar Partai Komunis Jadi Kelompok Teroris

Pengadilan meminta pemerintah Filipina untuk memerangi pemberontakan komunis, salah satu yang terlama di Asia, dengan menghormati hukum


Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

13 hari lalu

Tangkap 13 Tersangka Teroris di Riau, Densus 88: Mereka Latihan di Perkebunan Sawit

Densus 88 menangkap total 13 tersangka teroris dari kelompok Anshor Daulah (AD) pendukung ISIS di Dumai


Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

13 hari lalu

Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris Kelompok Anshor Daulah di Riau

Densus 88 menangkap delapan tersangka teroris di delapan lokasi berbeda di Dumai pada pukul 07.05-12.10 WIB.


Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

18 hari lalu

Jejak Perburuan Osama Bin Laden, Pemimpin Al Qaeda Dalang Teror 11 September

Dalang teror 11 September 2001, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi sekitar tahun 1957 atau 1958.