Kasus George Floyd, Joe Biden Dorong Reformasi Kepolisian Amerika

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Washington -Bakal Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden, mendorong dilakukannya reformasi di kepolisian Amerika Serikat pasca kematian tragis George Floyd yang menyulut demonstrasi seluruh negeri.

    Hal ini tak terlepas dari kematian George Floyd, seorang warga Afrika-Amerika, yang tewas dibunuh oleh anggota kepolisian di Minneapolis beberapa waktu lalu.

    Ia mengatakan Amerika harus sama-sama berkomitemen untuk mengakhiri rasisme sistemik yang sudah lama menggerogoti negara itu. Perubahan harus segera dibuat.

    "Saya memanggil para anggota kongres untuk bertindak di bulan ini, untuk mengukur apa yang akan menjadi langkah pertama menyelesaikan masalah ini. Dimulai dengan reformasi kepolisian yang sesungguhnya," ujar Biden di Philadelphia, seperti dikutip dari CNN, Senin malam, 2 Juni 2020.

    Ia berharap hal ini bisa dilakukan dan diajukan ke Presiden Donald Trump dalam beberapa hari ke depan. Tak hanya itu, Biden menyebut reformasi kepolisian juga bisa dilakukan dengan cara menghentikan mengirim senjata untuk perang ke polisi.

    Selain itu, bisa juga dilakukan dengan meningkatkan akuntabilitas di internalnya hingga menciptakan model standar penggunaan kekuatan oleh kepolisian. "Hal itu tentunya harus bisa juga dilakukan pada bulan ini," demikian Joe Biden.

    EGI ADYATAMA | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.