Prancis Minta Uni Eropa Setujui Paket Stimulus Rp 12 Ribu Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat wabah corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. Parlemen Eropa mempersingkat sidang pleno bulanan menyusul penyebaran virus Corona yang tengah mewabah di beberapa negara di Eropa. REUTERS/Johanna Geron

    Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat wabah corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. Parlemen Eropa mempersingkat sidang pleno bulanan menyusul penyebaran virus Corona yang tengah mewabah di beberapa negara di Eropa. REUTERS/Johanna Geron

    TEMPO.COParis – Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, mengatakan dia berharap Uni Eropa segera mencapai kesepakatan paket stimulus ekonomi senilai US$826.1 miliar atau sekitar Rp12.200 triliun untuk memulihkan kondisi perekonomian.

    "Ini bakal menjadi capaian bagi integrasi Uni Eropa," begitu dilansir Reuters pada Kamis 28 Mei 2020.

    Ini juga menandai langkah maju untuk penerbitan surat utang bersama sebagai sumber dana bersama untuk pertama kalinya.

    Ini juga semakin memperluas kekuasaan UE untuk penerapan sistem perpajakan. Namun, langkah ini masih mendapat tentangan dari sejumlah negara Eropa utara yang konservatif.

    Kebijakan paket stimulus ini bertujuan melindungi pasar ekonomi bagi 450 juta orang di Uni Eropa akibat wabah virus Corona.

    Secara terpisah, perekonomian Jerman, yang merupakan negara ekonomi terbesar di Uni Eropa, bakal menyusut sebanyak 6.6 persen pada 2020 ini.

    Ini merupakan dampak dari wabah virus Corona sebelum akhirnya bakal tumbuh 10.2 persen pada 2021.

    Analisis Ifo Institute mengatakan kegiatan bisnis bakal kembali normal dalam sembilan bulan setelah pemberlakuan lockdown atau penghentian kegiatan ekonomi dan sosial pada kwartal kedua ini.

    Ifo memperkirakan, ekonomi Jerman bakal turun 12.4 persen pada kwartal kedua tahun ini akibat wabah virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.