Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Kerja Sama Lawan Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa pasien virus Corona di Andover, New Jersey, AS, 16 April 2020. Jumlah kasus virus Corona di Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia, per 17 April 2020 pagi menembus 671.331 kasus. REUTERS/Stefan Jeremiah

    Petugas membawa pasien virus Corona di Andover, New Jersey, AS, 16 April 2020. Jumlah kasus virus Corona di Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia, per 17 April 2020 pagi menembus 671.331 kasus. REUTERS/Stefan Jeremiah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 18 April 2020, melakukan pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk berterima kasih atas bantuan Negeri Gingseng itu melakukan pengadaan alat tes COVID-19 atau virus corona ke Amerika Serikat.

    “Kedua negara setuju untuk melanjutkan bekerja sama mengalahkan pandemik dan memulihkan pertumbuhan ekonomi global. Presiden Trump dan Presiden Moon juga mendiskusikan beberapa cara untuk memperkuat hubungan keamanan Amerika – Korea Selatan,” demikian keterangan Gedung Putih, seperti dikutip dari reuters.com.

    Staf medis melepaskan pakaian pelindungnya setelah shift kerjanya berakhir di pusat pengujian 'drive-thru' untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Fasilitas ini disebut efektif karena dapat menguji banyak orang dalam waktu singkat tanpa harus menimbulkan kerumunan orang, dan ada risiko infeksi yang lebih rendah karena dilakukan di dalam kendaraan pengunjung. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Situs aljazeera.com mewartakan Korea Selatan melaporkan sepanjang Senin, 13 April 2020, hanya ada 25 kasus baru virus corona. Itu artinya sudah dua pekan berturut-turut Korea Selatan mengalami penurunan kasus baru virus corona. Sampai Minggu kemarin, di negara itu ada 10.537 kasus virus corona dan 217 pasien yang berakhir dengan kematian.

    Namun otoritas masih akan melakukan investigasi karena ada sekitar 116 orang yang sudah dinyatakan sembuh, namun terinfeksi lagi virus corona. Hal ini menjadi pertanyaan bagi para otoritas kesehatan yang sedang mencoba mencegah terjadinya gelombang kedua virus corona.

    Sedangkan di Amerika Serikat, lebih dari 20 ribu orang meninggal karena virus corona atau COVID-19. Data yang dipublikasi Universitas Johns Hopkins menyebut angka kematian pasien COVID-19 di Amerika pada Sabtu, 11 April 2020, naik menjadi total 20.389 orang atau melampaui Italia yang tercatat 19.468 orang. Di Amerika Serikat, setidaknya ada 524.903 kasus virus corona.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.