Emmanuel Macron Luncurkan Kampanye Anti Muslim Separatis

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato di istana Elysee di Paris, Prancis, 11 Januari 2019. [Ian Langsdon / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan pemerintahannya akan lebih ketat dalam mengawasi aktivitas imam asing. Hal itu, kata ia, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelompok muslim separatis di Prancis.

"Melanggar hukum di Republik Prancis dengan alasan keagamaan adalah hal yang tidak bisa diterima. Sebagai republik, kita harus memerangi diskriminasi dan menonjolkan meritokrasi di manapun," ujar Macron sebagaimana dikutip dari Financial Times.

Selama ini, menjelang pemilu di Prancis, Macron cenderung menjauh dari isu-isu yang berkaitan dengan keagamaan. Ia lebih memilih untuk fokus ke perbaikan ekonomi Prancis. Pernyataan terbarunya menandakan bahwa Macron sudah mulai mencoba isu baru untuk menjaring dukungan dari kelompok sayap kanan di Prancis.

Salah satu hal yang akan dilakukan, kata Macron, adalah kontrol ketat terhadap pengiriman imam asing dari Algeria, Maroko, dan Turki. Tiap tahunnya, ketiga negara itu bisa mengirim hingga 300 imam ke Prancis.

Macron berkata, pengiriman imam asing dari Algeria, Maroko, dan Turki bisa berdampak buruk bagi Prancis ke depannya. Sebab, di mata Macron, kebanyakan imam Asing tersebut tidak terlalu peduli dengan budaya di Prancis atau bahkan tidak berbicara bahasa Prancis. Macron tidak ingin puluhan ribu generasi penerus dari komunitas Muslim tidak menghargai kebudayaan Prancis nantinya.

"Saya tidak akan membiarkan negara manapun memasukkan semangat separatis ke Prancis," ujarnya menegaskan.

Untuk memastikan imam asing bisa dikontrol dengan baik, Macron memastikan pengiriman tahun ini akan menjadi yang terakhir. Selain itu, dirinya akan menjalin kerjasama dengan komunitas dan organisasi Muslim di Prancis untuk memastikan imam-imam berikutnya berasal dari Prancis atau minimal bisa berbahasa Prancis.

"Kami akan melatih Imam di Prancis sehingga mereka juga bisa berbahasa Prancis dan memahami hukum yang berlaku di republik ini," ujar Emmanuel Macron.

ISTMAN MP | FINANCIAL TIMES | REUTERS






Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

1 hari lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

2 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Rangkuman 10 Laga UEFA Nations League: Belanda ke Semifinal, Prancis Kalah

5 hari lalu

Rangkuman 10 Laga UEFA Nations League: Belanda ke Semifinal, Prancis Kalah

Timnas Belanda memastikan satu tempat di semifinal UEFA Nations League setelah menang atas Belgia. Memimpin klasemen Grup 4.


Hasil UEFA Nations League: Belanda vs Belgia 1-0, Denmark vs Prancis 2-0

5 hari lalu

Hasil UEFA Nations League: Belanda vs Belgia 1-0, Denmark vs Prancis 2-0

Timnas Belanda dan Timnas Denmark sama-sama meraih kemenangan. Namun hanya Belanda yang melaju ke semifinal UEFA Nations League.


Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

5 hari lalu

Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

"Umat Islam sebagai mayoritas jangan gampang terprovokasi. Kami harus sejuk damai, mengalah, dan mau kompromi," kata Wagub DKI Riza Patria


Kritik Presiden Prancis Macron, Mantan Sekjen NATO: Terlalu Lemah terhadap Putin!

6 hari lalu

Kritik Presiden Prancis Macron, Mantan Sekjen NATO: Terlalu Lemah terhadap Putin!

Mantan ketua NATO Anders Fogh Rasmussen mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilainya terlalu lemah menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin dalam invasi Ukraina.


KFC Batal Gugat Kylian Mbappe Soal Penolakan Sesi Pemotretan

7 hari lalu

KFC Batal Gugat Kylian Mbappe Soal Penolakan Sesi Pemotretan

Bintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe, terancam akan digugat oleh KFC setelah menolak hadir dalam sesi foto timnas Prancis bersama sponsor.


Darius Sinathrya dan Donna Agnesia Antar 2 Anaknya Sekolah Sepak Bola di Prancis

8 hari lalu

Darius Sinathrya dan Donna Agnesia Antar 2 Anaknya Sekolah Sepak Bola di Prancis

Mengikuti sang kakak, anak kedua Darius Sinathrya dan Donna Agnesia juga melanjutkan pendidikannya di sekolah sepak bola di Prancis.


Imigrasi Kupang Periksa Dokumen Penumpang Kapal Pesiar Asal Perancis

9 hari lalu

Imigrasi Kupang Periksa Dokumen Penumpang Kapal Pesiar Asal Perancis

Kapal pesiar berbendera Prancis itu sedang menuju Pink Beach, Labuan Bajo, Manggarai Barat.


Macron dan Presiden Raisi Bahas Kebuntuan Perjanjian Nuklir Iran

9 hari lalu

Macron dan Presiden Raisi Bahas Kebuntuan Perjanjian Nuklir Iran

Presiden Prancis Emmanuel Macron merundingkan perjanjian nuklir Iran 2015 dengan Presiden Ebrahim Raisi