Panik Wabah Virus Corona, Pencurian Masker Marak di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja medis melakukan aksi mogok untuk menuntut perbatasan daerah guna mengurangi penyebaran virus Corona, di Hong Kong, Cina, 4 Februari 2020. REUTERS/Tyrone Siu

    Pekerja medis melakukan aksi mogok untuk menuntut perbatasan daerah guna mengurangi penyebaran virus Corona, di Hong Kong, Cina, 4 Februari 2020. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepanikan wabah virus Corona COVID-19 membuat dua pria di Hong Kong memecahkan kaca jendela mobil untuk mencuri masker N95.

    Seorang pria ditangkap di Hong Kong pada 12 Februari karena membobol sebuah mobil yang diparkir dan kabur dengan delapan kotak masker N95, menurut unggahan Facebook Kepolisian Hong Kong, dikutip dari AsiaOne, 13 Februari 2020.

    Korban yang berusia 53 tahun, melaporkan kejadian itu kepada polisi setelah mengetahui bahwa jendela kursi belakang mobilnya telah hancur pada 11 Februari dan kotak-kotak berisi 160 masker hilang.

    Setelah investigasi dan melihat rekaman CCTV, polisi melacak tersangka pertama, seorang pria berusia 33 tahun, dan menangkapnya di Sheung Shui.

    Tersangka kedua telah diidentifikasi, kata polisi, dan masih dalam pengejaran.

    Wabah virus Corona COVID-19 telah menyebabkan permintaan untuk masker wajah melonjak dan harga masker melambung tinggi. Akibatnya, banyak kasus pencurian masker dilaporkan di Hong Kong.

    Pada Senin malam, seorang pria kehilangan 750 masker senilai HK$ 3.000 atau Rp 5,3 juta setelah menempatkan kotak-kotak masker itu di sudut jalan di Sham Shui Po.

    Kurang dari satu jam kemudian, seorang perempuan melaporkan 1.000 lebih masker wajah telah dicuri dari unit apartemennya di Tsim Sha Tsui.

    Seorang pengusaha perempuan yang menjalankan toko online juga menjadi korban pencurian pada 31 Januari, ketika pencuri merampas 25.000 masker yang telah disimpan di sebuah gudang.

    Kekurangan masker di seluruh Hong Kong membuat orang lain harus antre berjam-jam di luar apotek hanya untuk mendapatkan masker wajah.

    Ribuan warga Hong Kong mengantre semalaman ketika sebuah perusahaan Kowloon mengumumkan bahwa mereka akan menjual masker wajah pada 5 Februari.

    Rumor di internet yang menyebut kelangkaan masker juga memicu kepanikan warga yang berlomba menimbun masker, bersama kebutuhan pokok lainnya seperti beras, kertas toilet, pemutih, dan desinfektan.

    Menurut laporan South China Morning Post, hingga 13 Februari Hong Kong mengkonfirmasi 51 kasus dan satu kematian virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.