Trump Persilahkan Senat Tentukan Perlu Tidaknya Pemanggilan Saksi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden AS Donald Trump, saat melakukan kampanye di Battle Creek, Michigan, 19 Desember 2019. DPR AS mengesahkan pasal pemakzulan Trump dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina. REUTERS/Leah Millis

    Ekspresi Presiden AS Donald Trump, saat melakukan kampanye di Battle Creek, Michigan, 19 Desember 2019. DPR AS mengesahkan pasal pemakzulan Trump dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan kongres terkait isu Ukraina. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menanggapi gagalnya upaya Demokrat memperoleh saksi dan data di sidang pemakzulan dirinya. Berbeda dengan sikap Republikan yang menghalangi langkah Demokrat, Trump mengaku tidak akan mempermasalahkan jika Demokrat diperbolehkan memanggil saksi ke sidang.

    "Itu terserah Senat," ujar Trump dari acara World Economic Forum di Davos, Swiss, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu, 22 Januari 2020.

    Di hari pertama sidang pemakzulan Trump di Senat, Selasa waktu AS, kubu Demokrat mengajukan 11 amandemen yang pada intinya memperbolehkan mereka untuk menggali lebih dalam bukti-bukti terkait upaya Trump memata-matai Joe Biden. Sebagaimana telah diberitakan, upaya pemakzulan Trump bermula dari klaim anggota parlemen Demokrat bahwa mereka mempunyai bukti Trump menekan Ukraina untuk memata-matai Biden, kandidat rival Trump di Pemilu 2020 nanti.

    Beberapa permintaan Demokrat adalah mulai dari mengajukan permohonan memanggil saksi dari gedung putih hingga meminta dokumen-dokumen sensitif terkait hubungan Trump dan Ukraina. Nah, salah satu saksi kunci yang diincar oleh Demokrat adalah John Bolton, penasehat keamanan AS (National Security Adviser).

    Demokrat menyakini Bolton tahu banyak soal operasi Trump untuk mendapatkan informasi soal Biden via Ukraina. Beberapa waktu lalu, Bolton siap memberikan keterangan apabila dipanggil oleh Senat, namun Republik menghalangi langkah ini di Senat. Dalam voting soal permohonan Demokrat, Demokrat kalah suara 47-53. Demokrat kemudian menuduh Republikan sengaja ingin membuat sidang cepat usai tanpa ada fakta terungkap.

    Trump mengatakan, jika ia diperbolehkan memilih, ia akan memilih apa yang Demokrat mau yaitu mengizinkan pemanggilan saksi. Ia menginginkan proses yang lebih panjang. Namun, kata ia, tentu Senat lebih paham situasinya karena keamanan nasional juga menjadi bahan pertimbangan.

    "Saya akan pilih rute (sidang) yang lebih panjang," ujar Trump. Trump menambahkan, ia akan terus memantau perkembangan sidang di Senat.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.