Lonceng Big Ben Akan Berdentang pada Malam Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Inggris Union Jack berkibar di depan jam Big Ben di London, Inggris 29 Agustus 2019. [REUTERS / Toby Melville]

    Bendera Inggris Union Jack berkibar di depan jam Big Ben di London, Inggris 29 Agustus 2019. [REUTERS / Toby Melville]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lonceng Big Ben di kompleks parlemen Inggris akan berdentang di tengah malam pada Malam Tahun Baru, menandai awal tahun untuk pertama kalinya sejak restorasi memperlihatkan wajah barunya.

    Big Ben, yang juga berjuluk Menara Elizabeth setinggi 96 meter, adalah salah satu bangunan yang paling banyak difoto di Inggris. Big Ben telah diselimuti perancah selama dua tahun terakhir ketika empat jam dinyalakan, besinya dicat ulang dan ukiran batu yang rumit dibersihkan dan diperbaiki.

    Menurut laporan Reuters yang dikutip 29 Desember 2019, pada bulan Maret kemarin bagian dari perancah dilepas, menunjukkan bahwa angka dan jarum hitam telah dicat ulang, sesuai dengan apa yang dikatakan para akademisi sebagai warna aslinya.

    Big Ben, atau Menara Elizabeth, salah satu landmark kota London ini akan direparasi. Newsx.com

    Sejak pekerjaan restorasi dimulai pada tahun 2017, Big Ben sebagian besar ditutup, hanya terdengar untuk acara-acara penting. Terakhir berdentang pada Hari Peringatan pada 11 November.

    Bel akan diuji beberapa kali menjelang Malam Tahun Baru, kata parlemen dalam sebuah pernyataan.

    Pemulihan seluruh Menara Elizabeth, senilai sekitar 61 juta poundsterling atau Rp 1,1 triliun, akan membuatnya diperbaiki dan didekorasi ulang, termasuk membawa warna sesuai desain aslinya.

    Pekerjaan restorasi Big Ben akan selesai pada tahun 2021 dan akan diikuti oleh program restorasi 4 miliar poundsterling atau Rp 73 triliun dari seluruh gedung parlemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.