Mal Jadi Sasaran Unjuk Rasa di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo anti-pemerintah menggelar aksi di pusat perbelanjaan pada Malam Natal di Hong Kong, Cina, 24 Desember 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    Pendemo anti-pemerintah menggelar aksi di pusat perbelanjaan pada Malam Natal di Hong Kong, Cina, 24 Desember 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Hong Kong pada Sabtu, 28 Desember 2019, menahan puluhan demonstran dan menggunakan semprotan merica untuk membubarkan unjuk rasa di sebuah mal. Unjuk rasa itu ditujukan untuk mengganggu bisnis retail di dekat wilayah perbatasan Hong Kong – Cina. 

    Unjuk rasa di penjuru Hong Kong sejak awal pekan ini mulai mengincar pusat-pusat perbelanjaan yang diikuti oleh ratusan orang. Mereka yang protes memakai pakaian hitam dan penutup wajah. Pada Sabtu, 28 Desember 2019, demonstran melakukan aksi jalan ke sebuah mal di Sheung Shui sambil meneriakkan kalimat ‘kembalilah ke Cina’. 

    Polisi anti huru hara berjaga di salah satu mal Hong Kong selama Malam Natal, 24 Desember 2019.[Benjamin Yuen/United Social Press/Hong Kong Free Press]

    Sheung Shui terletak di wilayah perbatasan Hong Kong – Kota Shenzhen, Cina. Wilayah ini di Hong Kong dikenal sebagai tempat perdagangan grosir bebas pajak dan menjualnya ke Cina.    

    Para pedagang Cina di Sheung Shui menjadi sasaran demonstran di Hong Kong. Mereka dituding oleh demonstran sebagai biang keladi penyebab kepadatan di Hong Kong, menaikkan harga dan sewa properti.  

    “Tujuan kami adalah membuat toko-toko itu tutup. Ada banyak pedagang dan kami ingin mereka keluar,” kata Kelly, 17 tahun, demonstran yang menggunakan penutup wajah. 

    Unjuk rasa pada Sabtu kemarin telah mendesak toko-toko tutup lebih awal dan para pembeli bergegas keluar dari mal. Unjuk rasa di Hong Kong terhitung sudah enam bulan berjalan sebagai respon RUU ekstradisi yang memungkin para pelaku criminal diadili di Cina, dimana peradilan di sana dikendalikan oleh Partai Komunis Cina. RUU Ekstradisi sudah ditangguhkan, namun tuntutan unjuk rasa sudah meluas menjadi permintaan demokrasi yang lebih luas pada Hong Kong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.