Geger Bayi Ikan Hiu Martil Dijual Bebas di Pasar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota pecinta lingkungan hidup di Malaysia memprotes setelah ditemukan kepala bayi ikan hiu diperjual belikan di pasar terbuka. Sumber: The Star/Asia News Network/asiaone.com

    Anggota pecinta lingkungan hidup di Malaysia memprotes setelah ditemukan kepala bayi ikan hiu diperjual belikan di pasar terbuka. Sumber: The Star/Asia News Network/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah anggota Masyarakat Pecinta Alam Malaysia memprotes temuan bayi-bayi ikan hiu martil yang dijual-belikan secara bebas di pusat pasar ikan di kota Miri, Sarawak, Malaysia. Mereka mempertanyakan mengapa para nelayan di Sarawak harus menangkap ikan-ikan hiu martil itu.

    "Ini (bayi hiu) adalah ciptaan yang sangat berharga yang dijual di pasar ikan. Apakah ada perlunya menangkap atau memakan ikan ini?," tulis seorang natizen yang khawatir ketika merespon foto bayi hiu malang yang viral.

    Seorang pria memasukkan potongan daging ikan hiu ke dalam kantong plastik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, 27 Maret 2019. Jenis hiu yang ditangkap adalah jenis hiu Kejen atau Silky Shark (Carcharhinus Falciformis) yang banyak ditemukan di perairan sekitar kawasan tersebut. ANTARA

    Foto bayi ikan hiu yang dijual di pusat pasar ikan itu beredar di media sosial. Bayi - bayi ikan hiu martil dijual bersama spesies ikan lainnya.
    Pusat pasar ikan Miri berlokasi di kawasan kota tua Cina. Foto itu sudah diserahkan ke Kepala Eksekutif Kerja Sama Kehutanan Sarawak Zolkipli Mohamad Aton.

    "Dari foto itu sebenarnya masih sulit untuk mencari tahu apa persisnya spesies dari hiu tersebut. Saya harus meneruskan hal ini ke tim investigasi untuk pembuktian," kata Zolkipli, seperti dikutip dari asiaone.com, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Area pantai Sarawak berlokasi di perbatasan perairan Laut Cina Selatan yang memiliki sembilan spesies ikan martil. Empat dari jumlah tersebut masuk kategori yang dilindungi, yakni ikan Oceanic Whitetip, Smooth Hammerhead, Great Hammerhead dan Wing Head.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.