Gagal Serahkan Dokumen, Parlemen AS Panggil Paksa Menlu Pompeo

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo Direktur Central Intelligence Agency (CIA). REUTERS/Leah Millis

    Mike Pompeo Direktur Central Intelligence Agency (CIA). REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Amerika Serikat memanggil paksa atau subpoena Menteri Luar Negeri Mike Pompeo setelah pemerintahan Donald Trump gagal memenuhi batas waktu penyerahan dokumen dan informasi tentang kontak telepon sejumlah pejabat Ukraina termasuk pembicaraan telepon Trump dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 25 Juli 2019.

    Parlemen memberikan batas waktu kepada presiden Trump untuk menyerahkan dokumen dan kontak pejabat-pejabat Ukraine pada hari Kamis lalu, 26 September 2019.

    Berdasarkan laporan Reuters, 27 September 2019, Komisi Urusan Luar Negeri, Intelijen dan Pengawasan di parlemen telah menyebutkan penyelidikan atas bocornya rekaman pembicaraan Trump dengan Zelenskiy akan digunakan untuk memutuskan pemakzulan Trump.

    "Dokumen subpoena akan menjadi bagian dari penyelidikan pemakzulan dan dibagikan di antara para anggota Komisi. Kegagalan atau penolakan anda untuk mematuhi panggilan pengadilan menjadi bukti penghalang penyelidikan pemakzulan DPR," isi surat yang ditulis tiga ketua komisi yang ditujukan kepada Pompeo, sebagaimana dilaporkan Politico.com.

    Selain Pompeo, beberapa menteri lainnya akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Parlemen dalam dua pekan ini di antaranya utusan khusus Trump untuk Ukraina, Kurt Volker, duta besar AS untuk Ukraina, Marie Yovanovitch, Duta besar AS utuk Uni Eropa, Gordon Sondland, dan T.Ulricj Brechbuhl, pejabat di Kementerian Luar Negeri AS yang disebut whistleblower mengetahui pembicaraan Trump dan Zelenskiy yang kemudian pembicaraan rahasia itu bocor di media sosial.

    Gedung Putih pekan ini merilis ringkasan pembicaraan telepon antara Trump dan Zelenskiy pada 25 Juli 2019 yang isi pembicaraan itu mengenai permintaan Trump kepada Zelenskiy untuk menyelidiki pesaing utama Trump dalam pemilu November 2020, Joe Bidden dan anaknya, Hunter Biden.

    Hunter Biden salah satu petinggi di perusahaan gas Ukraina bernama Burisma saat ayahnya menjabat sebagai wakil presiden AS. Namun sejauh ini tidak ada bukti Biden memanfaatkan jabatannya untuk membantu bisnis anaknya di Ukraina.

    Kasus bocornya rekaman percakapan Trump dan Zelenskiy yang membawa parlemen AS melakukan penyelidikan pemakzulan Trump telah membuat Volker mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Jumat, 27 September 2019.

    Baik Trump maupun Pompeo belum memberikan tanggapannya kepada pers tentang Parlemen AS mengeluarkan surat pemanggilan paksa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.