Bolton Komentari Kebijakan Trump di Acara Tertutup

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mendengarkan ketika Presiden AS Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS, 9 April 2018. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mendengarkan ketika Presiden AS Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS, 9 April 2018. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.COWashington – Bekas penasehat keamanan nasional John Bolton tidak memuji Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataannya di sebuah acara tertutup pada Rabu pekan ini.

    Seorang tamu yang ikut hadir dalam acara menyebut Bolton, yang diberhentikan Trump pada awal September ini, justru mengritik mantan bosnya itu.

    “Bolton tidak mengatakan hal positif mengenai Trump,” kata seorang tamu seperti dilansir CNN pada Kamis, 19 September 2019.

    Bolton menghadiri acara yang digelar oleh Gatestone Institute di New York. Sejumlah pernyataan yang muncul dalam acara ini mengritik dengan tajam kebijakan Trump soal Iran, Korea Utara, dan Afganistan.

    Bolton, menurut seorang undangan, mengatakan undangan kepada para pemimpin Taliban untuk datang ke Kamp David sebagai tindakan yang tidak menghormati para korban serangan teroris 11 September 2019.

    Seperti dilaporkan sebelumnya, Trump dan Bolton terlibat argumentasi panas mengenai rencana Trump untuk mengundang para pemimpin Taliban beberapa hari sebelum peringatan ke 18 tahun serangan itu. Bolton tidak mundur dari sikapnya, seperti diungkap dua narasumber.

    Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan perdebatan itu terjadi di Oval Office atau kantor Presiden. Trump meminta Bolton mengundurkan diri pada akhir pertemuan.

    Menurut salah seorang undangan, Bolton juga mengatakan pemerintah meyakini Iran berada dibalik serangan drone termasuk konvoi pasukan NATO di Afganistan. Menurut Bolton, membiarkan serangan ini tanpa balasan justru meningkatkan tindakan Iran.

    Boston selama ini menyarankan pendekatan keras terhadap Iran dan Korea Utara termasuk dengan menggunakan serangan militer.

    Namun, Trump justru memuji potensi kedua negara itu dan tidak menampik kemungkinan mengurangi sanksi agar bisa memulai dialog, yang menjadi persyaratan Iran.

    Pada pekan lalu, sebuah serangan drone mengenai kilang minyak Arab Saudi, yang sempat mengurangi pasokan minyak negara itu ke pasar internasional.

    Pejabat Saudi dan Trump menilai serangan ini dilakukan oleh Iran. Trump, seperti dilansir Reuters, telah memerintahkan peningkatan sanksi kepada Iran. Teheran membantah terlibat dalam serangan itu dan bersiap berperang jika diserang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.