Taman Hiburan Jerman Tutup Wahana karena Mirip Swastika Nazi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton dengan cepat sadar setelah membandingkan wahana Eagle Fly di taman bermain Tatzmania di Jerman dengan simbol swastika.[Youtube/Fox News]

    Penonton dengan cepat sadar setelah membandingkan wahana Eagle Fly di taman bermain Tatzmania di Jerman dengan simbol swastika.[Youtube/Fox News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman hiburan di Jerman menutup salah satu wahana setelah dikritik karena mirip simbol Swastika Nazi.

    Wahana bernama Eagle Fly di Taman Hiburan Tatzmania di Loffingen, sebuah kota 60 mil barat laut Zurich, Swiss, dikritik setelah simbol Nazi terekam dalam video yang kini beredar online, seperti dikutip dari Fox News, 26 Agustus 2019.

    Eagle Fly adalah wahana mirip dua baling=baling yang memutar pengunjung untuk menguji adrenalin. Namun ketika berputar, ternyata dua baling-baling membentuk lambang Swastika.

    Seorang juru bicara untuk Tatzmania mengatakan kepada Euronews bahwa tidak ada yang sadar Eagle Fly menyerupai Swastika sampai video beredar.

    "Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa saya ingin meminta maaf dengan segala bentuk kepada semua orang yang merasa terganggu dan terhina oleh desain kami," kata pemilik taman hiburan Rüdiger Braun.

    Eagle Fly dibuka hanya beberapa minggu yang lalu, di taman yang berbasis di Löffingen dekat Freiburg, Jerman, ungkap Euronews. Menurut laporan media, simbol Swastika baru disadari setelah video dibagikan di platform online Reddit.

    "Sudah disepakati dengan pabrikan bahwa kepala yang dipertanyakan ini akan diambil kembali dan dikerjakan ulang, setelah itu tidak akan menjadi empat kepala, tetapi tiga elang, itulah cara kita mengendalikan masalah," kata pemilik taman hiburan Rüdiger Braun setelah berbicara dengan pembuat wahana, untuk mengganti desain wahana agar tidak mirip Swastika Nazi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.