Kebakaran Hutan Amazon Mengancam Paru-paru Dunia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap yang mengepul akibat kebakaran yang terjadi di hutan hujan Amazon dekat Porto Velho, Brasil, 21 Agustus 2019. Hutan hujan Amazon merupakan paru-paru terbesar dunia, yang kini mengalami kebakaran. REUTERS/Ueslei Marcelino

    Asap yang mengepul akibat kebakaran yang terjadi di hutan hujan Amazon dekat Porto Velho, Brasil, 21 Agustus 2019. Hutan hujan Amazon merupakan paru-paru terbesar dunia, yang kini mengalami kebakaran. REUTERS/Ueslei Marcelino

    TEMPO.CO, Jakarta - Paru-paru dunia terancam ketika puluhan titik api menyebabkan kebakaran hutan Amazon di Brasil.

    Pemerintah Brasil memancing kemarahan dunia karena kebakaran berasal dari api yang disengaja. Dunia mulai khawatir dengan kebakaran hutan Amazon

    Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan di Twitter tentang kebakaran yang telah mencapai rekor tahun ini, menghancurkan petak-petak hutan yang luas yang dianggap sebagai benteng penting terhadap perubahan iklim.

    Menurut laporan New York Times, 22 Agustus 2019, Jerman dan Norwegia bahkan telah menghentikan aliran US$ 1,2 miliar atau Rp 17 triliun dana konservasi untuk Amazon.

    Di tengah kritikan internasional, Presiden Brasil Jair Bolsonaro meminta dunia tidak ikut campur terkait kebakaran hutan Amazon.

    Bolsonaro menanggapi dengan marah apa yang dianggapnya sebagai campur tangan asing.

    "Negara-negara ini yang mengirim uang ke sini, mereka tidak mengirimnya karena amal...Mereka mengirimnya dengan tujuan mengganggu kedaulatan kami," katanya dalam siaran langsung Facebook, dilaporkan Reuters.

    Tetapi sebelumnya pada hari Kamis, dia mengatakan bahwa Brasil sendiri tidak memiliki sumber daya untuk mengendalikan kebakaran.

    "Amazon lebih besar dari Eropa, bagaimana Anda melawan kriminal penyebab kebakaran di daerah seperti itu?" tanyanya. "Kami tidak memiliki sumber daya untuk itu."

    Masyarakat adat dari suku Mura menunjukkan daerah gundul di tanah adat tak bertanda di dalam hutan hujan Amazon dekat Humaita, Negara Bagian Amazonas, Brasil 20 Agustus 2019. Foto diambil 20 Agustus 2019. Sejumlah kebakaran hutan berkobar selama berminggu-minggu dan menghancurkan hutan. Amazon Brasil, hutan hujan tropis terbesar di dunia yang menurut para ilmuwan perlindungan sangat penting untuk memerangi perubahan iklim. "Sampai tetes darah terakhir saya": Suku Amazon bersumpah untuk melindungi tanah suci.[REUTERS / Ueslei Marcelino]

    Kebakaran di Amazon melonjak 83 persen tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut angka pemerintah.

    Meskipun kebakaran adalah kejadian biasa dan alami selama musim kemarau pada tahun ini, para pencinta lingkungan menyalahkan kenaikan tajam pada petani yang membuka lahan baru.

    Kekhawatiran terhadap kebijakan lingkungan Presiden Jair Bolsonaro, yang telah memprioritaskan kepentingan industri yang menginginkan akses yang lebih besar ke tanah yang dilindungi, juga membahayakan perjanjian perdagangan Uni Eropa dan beberapa negara Amerika Selatan yang berjalan lambat pada bulan Juni, setelah beberapa puluh tahun negosiasi.

    "Kebakaran hutan yang sedang berlangsung di Brasil sangat mengkhawatirkan," kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. "Hutan adalah paru-paru dan sistem pendukung kehidupan kita."

    Seorang lelaki berada dekat hutan Amazon yang terbakar di Iranduba, negara bagian Amazonas, Brasil, 20 Agustus 2019. Kebakaran hutan yang terjadi di Amazon saat ini merupakan kombinasi kekeringan dan akibat aktivitas deforestasi. REUTERS/Bruno Kelly

    NASA juga membagikan foto kebakaran hutan Amazon di mana digunakan politisi dan selebritis di media dengan slogan #PrayForAmazon.

    Aktor Leonardo DiCaprio meminta hampir 34 juta pengikut Instagram-nya untuk menjadi lebih sadar lingkungan dalam sebuah unggahan berisi peringatan bahwa "paru-paru Bumi terbakar."

    Pemerintahan Bolsonaro telah bereaksi dengan amarah terhadap kritikan, mengklaim tanpa menunjukkan bukti menuduh organisasi nonpemerintah kemungkinan memulai kebakaran untuk menyudutkan pemerintahannya.

    Di negara bagian utara Rondônia, yang merupakan salah satu yang paling terkena dampak kebakaran, para pemimpin adat menyaksikan binatang liar berlari keluar dari area hutan ketika api mendekat.

    "Kami melihat babi hutan, tapir, armadillo, trenggiling, ular dalam jumlah yang lebih besar dari yang biasa kami alami," kata Adriano Karipuna, seorang pemimpin di masyarakat adat Karipuna, yang wilayahnya telah dipengaruhi oleh kebakaran. "Kami melihat hutan tertutup asap, dan langit menjadi gelap. Mata kami menjadi merah karena asap."

    Petani mungkin mendapat dukungan diam-diam dari presiden sayap kanan penghasut api, yang mengambil alih kekuasaan pada Januari. Bolsonaro telah berulang kali mengatakan dia yakin Brasil harus membuka Amazon untuk kepentingan bisnis, agar perusahaan pertambangan, pertanian, dan penebangan dapat mengeksploitasi sumber daya alamnya.

    Jaksa federal di Brasil mengatakan mereka sedang menyelidiki lonjakan deforestasi dan kebakaran hutan yang mengamuk di negara bagian Amazon, Pará, untuk menentukan apakah telah ada pemantauan dan penegakan perlindungan lingkungan yang berkurang.

    Para jaksa penuntut mengatakan mereka akan melihat iklan yang mereka katakan diterbitkan di sebuah surat kabar lokal yang mendorong para petani untuk berpartisipasi dalam "Hari Api," di mana mereka akan membakar hutan yang luas untuk menunjukkan kepada Bolsonaro kesediaan mereka untuk bekerja.

    Kebakaran hutan sering terjadi di Brasil selama tahun ini, yang cenderung lebih dingin dan kering. Tetapi jumlah yang sekarang mengamuk di Amazon sangat tinggi.

    Data yang dikeluarkan oleh National Institute for Space Research Brasil menunjukkan bahwa dari Januari hingga Juli, kebakaran hutan Amazon memakan 4,6 juta hektar, meningkat 62 persen dibandingkan kebakaran hutan tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.