TKI Jadi Korban Pembunuhan di Arab Saudi, Majikan Beri Uang Diyat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri luar negeri, Retno Marsudi, sedang mengikut debat di Majelis Umum PBB, 17 Mei 2018. Foto : dokumen Kemenlu

    Menteri luar negeri, Retno Marsudi, sedang mengikut debat di Majelis Umum PBB, 17 Mei 2018. Foto : dokumen Kemenlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi menyerahkan uang diyat kepada ahli waris korban pembunuhan seorang TKI yang bekerja di Arab Saudi berinisial MBS. Menlu Retno langsung menyerahkan diyat kepada Ibu kandung MBS di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Bali.

    Besar jumlah uang diyat yang diberikan tidak dipublikasi.

    Pada Maret 2018, MBS menjadi korban pembunuhan majikan di Mekkah, Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri dan KJRI Jeddah telah mengawal proses hukum untuk memastikan keadilan bagi korban.

    Pengadilan Arab Saudi memutus majikan MBS terbukti bersalah dan dijatuhi vonis hukuman mati atau qishas. Namun ahli waris korban memberikan pemaafan (tanazul) dan mendapatkan uang diyat dari keluarga majikan pelaku pembunuhan MBS.

    Keluarga Besar Butuh Migran (KABAR BUMI) Indonesia menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Aksi tersebut dilakukan guna mengecam Pengadilan Tinggi Malaysia atas pembebasan majikan yang menyiksa TKI yaitu Adelina Sau hingga meninggal. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    “Memperjuangkan keadilan dan hak-hak keluarga pekerja migran Indonesia adalah bagian integral dari perlindungan yang diberikan negara,” ujar Menlu Retno.

    Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan menulis, uang diyat tidak dapat menutup rasa sedih dan kehilangan, namun diharapkan dapat bermanfaat untuk melanjutkan kehidupan keluarga korban agar lebih baik.

    Meskipun majikan telah mendapatkan pemaafan dari keluarga TKI tersebut, namun sesuai hukum Arab Saudi tetap dilakukan persidangan hak umum. Pelaku telah dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan hukuman cambukan sebanyak 1000 kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.