Perdana Menteri Australia Diduga Menghina Negara Pasifik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber:  REUTERS/Feline Lim

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Sumber: REUTERS/Feline Lim

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama menuding Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menghina para pemimpin negara-negara kepulauan Pasifik dalam sebuah pertemuan regional awal pekan lalu. Sebaliknya, para pejabat dari Cina jauh lebih bijaksana dan berperilaku baik.

    Menurut Bainimarama, Perdana Menteri Morrison telah mencoba memaksakan kebijakan-kebijakan negaranya kepada negara-negara lain dan menghina mereka dengan menyinggung berapa banyak uang yang Australia telah berikan pada kawasan.

    "Perdana Menteri sangat menghina dan sangat merendahkan. Ini tidak baik bagi hubungan," kata Bainimarama, Jumat malam, 16 Agustus 2019, seperti dikutip dari reuters.com, Sabtu, 17 Agustus 2019 atau sehari setelah pertemuan 18 negara-negara pasifik di Tuvalu.

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrsion, mengatakan berduka atas serangan teroris oleh Brenton Tarrant terhadap jamaah salat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch dan meminta bendera Australia diturunkan setengah tiang. FBCNews

    Dia mengatakan tidak ada kompetisi antara Cina dan Australia, namun ketika ditanya apakah para pemimpin negara-negara Pasifik akan mencari hubungan yang lebih baik dengan Beijing, maka hal itu bisa saja terjadi.

    "Cina tidak menghina kami. Mereka tidak merendahkan dan mengatakan pada dunia kalau mereka telah menggelontorkan dana sebanyak ini ke negara-negara Pasifik. Mereka tidak melakukan itu. Mereka orang baik, yang jelas jauh lebih baik dari Morrison," ujar Bainimarama.

    Perdana Menteri Bainimarama juga menyebut komentar dari Wakil Perdana Menteri Australia, Michael McCormack, yang dipublikasi Guardian pada Jumat, 16 Agustus 2019, sangat menghina. McCormack mengatakan negara-negara Kepulauan Pasifik yang terdampak oleh perubahan iklim akan bisa bertahan hidup karena banyak dari pekerja dari negara-negara itu datang ke Australia untuk mengambil buah dari sana.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.