5 Negara Amerika Latin Alami Listrik Padam, Akibat Peretasan?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperbaiki jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pascakecelakaan KRL di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019.  Kereta commuterline atau KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LLA) di antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor pada 10 Maret 2019. ANTARA

    Pekerja memperbaiki jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pascakecelakaan KRL di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019. Kereta commuterline atau KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LLA) di antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor pada 10 Maret 2019. ANTARA

    TEMPO.COBuenos Aires – Pemerintah Argentina mempertimbangkan kemungkinan terjadinya serangan siber atau peretasan sebagai penyebab listrik padam di sejumlah kota di lima negara di Amerika Latin pada Ahad, 6 Juni 2019.

    Presiden Argentina, Mauricio Macri, mengatakan pemerintah sedang menginvestigasi insiden ini, yang dimulai dengan masalah yang tidak terdeteksi dan menyebabkan listrik padam di Argentina, Uruguay, Brasil, Chile dan Paraguay.

    Menteri Energi Argentina, Gustavo Lopetegui, mengatakan hipotesis serangan siber yang mengakibatkan listrik padam tidak bisa dikesampingkan.

    “Ini kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan diinvestigasi secara menyeluruh,” kata Macri seperti dilansir Straits Times pada Ahad, 17 Juni 2019.

    Carlos Garcia Pereira, yang merupakan kepala Transener, yaitu operator listrik terbesar di Argentina, mengatakan ada isu teknis atau kelembaban yang memicu padamnya listrik.

    “Pagi ini sebuah masalah dalam sistem transmisi di tepi pantai menyebabkan padamnya listrik di seluruh negara. Penyebab ini belum bisa kami ketahui,” kata dia.

    Terkait listrik padam secara massal dan tiba-tiba ini, Indonesia baru saja mengalami padam listrik sejak Ahad siang dan baru pulih di pada pukul tiga pagi Senin, 5 Agustus 2019.

    Insiden padam yang meliputi Provinsi Jawa Barat ini menimbulkan dugaan adanya peretasan terhadap sistem transmisi milik PLN. Analis keamanan dan intelijen dari Universitas Indonesia atau UI, Ridlwan Habib mengatakan PLN perlu bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menginvestigasi penyebab listrik padam ini.

    “Mereka punya perangkat deteksi berbagai macam aplikasi, software untuk mendeteksi bridgesemacam itu. Supaya tidak terulang lagi sekaligus mencari tahu kemarin itu karena apa,” kata Ridlwan kepada Tempo hari ini, Senin, 5 Agustus 2019, soal listrik padam itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.