Pengasuh Anak Korbankan Nyawa Selamatkan Balita yang Diasuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengasuh bayi mengorbannya nyawanya untuk menyelamatkan dua balita dalam asuhannya dari kebakaran. Sumber: Sin Chew Daily News/asiaone.com

    Seorang pengasuh bayi mengorbannya nyawanya untuk menyelamatkan dua balita dalam asuhannya dari kebakaran. Sumber: Sin Chew Daily News/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengasuh anak, 59 tahun, di Johor, Malaysia, melakukan tindakan heroik dengan menerobos rumahnya yang sedang terbakar untuk menyelamatkan dua balita yang diasuhnya. Identitas pengasuh anak itu atau babysitter tidak di publikasi.

    Dikutip dari asiaone.com, Minggu, 4 Agustus 2019, peristiwa ini terjadi pada 29 Juli 2019. Ketika itu, kebakaran terjadi di area ruang keluarga di sebuah rumah di Johor, Malaysia atau saat pengasuh anak itu keluar rumah untuk membeli sarapan. Dua anak yang diasuhnya masih tidur di kamar utama.

    Saat dia pulang ke rumah dan melihat rumah itu terbakar api, pengasuh anak itu tanpa pikir panjang langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan dua balita perempuan dalam asuhannya, namun dia ditahan oleh orang-orang sekitar.

    "Ibu sangat mengkhawatirkan anak-anak yang dalam asuhannya. Dia terus bertanya pada saya, 'apa yang harus saya lakukan'," kata putra bungsu pengasuh anak tersebut saat tahu rumahnya terbakar.

    Putra pengasuh anak, 31 tahun, mencoba memasuki rumah yang mulai dilahap api, namun gagal. Dia lalu mencoba masuk lewat pintu belakang rumah dan melihat tetangganya mencoba memadamkan api dengan menyiramkan air. Dia tak menyadari ibunya yang mengasuh kedua balita itu berlari melesat masuk ke dalam rumah yang terbakar. Satu dari dua balita yang diselamatkannya itu adalah cucunya.

    Ketika putra pengasuh itu bisa masuk ke dalam rumah lewat cara yang lebih aman, dia melihat ibunya duduk di lantai sambil memeluk dua balita itu. Dia melindungi mereka dari kobaran api.

    Sekitar 80 persen badannya terbakar, termasuk wajah, dada, punggung dan bagian anggota tubuh lainnya. Salah satu balita yang diselamatkannya mengalami luka bakar di bagian kedua kakinya, sedang balita lainnya tak mengalami luka-luka.

    Pengasuh anak tersebut di kirim ke rumah sakit umum karena kondisi luka bakar sangat parah yang di deritanya. Kendati dokter sudah melakukan yang terbaik, dia meninggal pada keesokan harinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.