Menteri Jerman Minta PM Inggris Boris Johnson Tenang Soal Brexit

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI, Jokowi (dua kiri), didampingi Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kanan), bersepeda dengan Wali kota London, Boris Johnson (dua kanan)  dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri),  di Jalan Thamrin dalam Car Free Day di Jakarta, 30 November 2014.  Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Wali Kota London ke Jakarta.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Presiden RI, Jokowi (dua kiri), didampingi Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kanan), bersepeda dengan Wali kota London, Boris Johnson (dua kanan) dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri), di Jalan Thamrin dalam Car Free Day di Jakarta, 30 November 2014. Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Wali Kota London ke Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Bonn - Menteri Urusan Eropa Jerman, Michael Roth, mendesak Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, untuk bersikap tenang terkait Brexit.

    Roth mengatakan dialog dan bukannya provokasi seharusnya menjadi jalan maju menuju Brexit atau berpisah Inggris dari Uni Eropa.

    “Pesan saya kepada Perdana Menteri baru Inggris: ‘Boris, kampanye pemilihan telah selesai. Tenangkan dirimu. Kita seharusnya bersikap adil terhadap satu sama lain,” kata Roth dalam wawancara dengan stasiun televisi ZDF dan dilansir Reuters pada Jumat, 26 Juli 2019.

    Roth melanjutkan,”Provokasi baru tidak akan membantu. Namun, dialog, yang bisa diharapkan dari pemimpin negara sahabat, negara yang masih menjadi anggota Uni Eropa.”

    Pernyataan Roth ini seperti menanggapi pernyataan Boris Johnson dalam rapat kabinet pertama, yang disiarkan stasiun televisi setempat.

    Johnson mengatakan kepada kabinet bahwa Inggris akan melakukan Brexit pada Oktober 2019.

    “Kita punya tugas besar di depan kita. Sebuah momen bersejarah negara ini. Kita semua berkomitmen untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober atau lebih cepat, tidak ada jika tidak ada tapi,” kata Johnson dalam sidang kabinet yang disiarkan secara langsung oleh televisi setempat seperti dilansir Reuters pada Kamis, 25 Juli 2019.

    Secara terpisah, menteri senior Skotlandia memperingatkan PM Inggris bahwa negaranya akan menyiapkan referendum kemerdekaan karena rencana Brexit yang digagas Johnson akan melukai ekonomi Skotlandia.

    “Sekarang ini, dibandingkan waktu-waktu sebelumnya, merupakan waktu esensial bagi Skotland untuk memiliki opsi alternatif,” kata Menteri Pertama, Nicola Sturgeon, dalam surat kepada Johnson.

    Sturgeon melanjutkan dalam suratnya kepada PM Inggris bahwa,”Pemerintah Skotlandia bakal melanjutkan upaya persiapan untuk memberi rakyat Skotlandia pilihan untuk menjadi negara merdeka.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.