Cina Kecam Inggris, Minta Jangan Ikut Campur Soal Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa menghancurkan jendela gedung Parlemen Hong Kong saat melakukan aksi penolakan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi di Hong Kong, 1 Juli 2019. Setelah berhasil memasuki gedung  ratusan pengunjuk rasa kemudian mencoret simbol Hong Kong dengan warna hitam di dalam gedung.  REUTERS/Thomas Peter

    Pengunjuk rasa menghancurkan jendela gedung Parlemen Hong Kong saat melakukan aksi penolakan rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi di Hong Kong, 1 Juli 2019. Setelah berhasil memasuki gedung ratusan pengunjuk rasa kemudian mencoret simbol Hong Kong dengan warna hitam di dalam gedung. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.COBeijing – Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan Inggris tidak lagi memiliki tanggung jawab atas Hong Kong.

    Baca juga: Demonstran Hong Kong Serbu Gedung Parlemen

    Pemerintah Cina juga mendesak agar pemerintah Inggris berhenti bersikap dramatis menyikapi dinamika politik di Hong Kong.

    “Inggris tidak lagi memiliki tanggung jawab atas Hong Kong. Urusan internal Hong Kong merupakan murni urusan internal bagi Cina. Tidak ada negara asing yang memiliki hak untuk campur tangan,” kata Geng Shuang, juru bicara kemenlu Cina, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Empat Organisasi Jurnalis Tolak RUU Ekstradisi Hong Kong

    Baru-baru ini, Cina mengatakan, Inggris terus menerus bersikap dramatis mengenai Hong Kong.

    “Terang-terangan melakukan gangguan. Kami sangat merasa tidak puas dengan sikap ini dan secara tegas menolaknya,” kata Geng.

    “Kami mendesak Inggris agar tahu posisinya dan berhenti mengganggu dalam berbagai bentuk dalam urusan Hong Kong dan melakukan lebih untuk mendukung kesejahteraan dan stabilitas daripada sebaliknya,” kata dia.

    Baca juga:  5 Poin Menarik Soal Kontroversi RUU Ekstradisi Hong Kong

    Seperti diberitakan Reuters, pengunjuk rasa di Hong Kong menyerbu masuk kompleks gedung parlemen pada Senin sore, 1 Juli 2019. Ini terjadi seusai peringatan penyerahan Hong Kong ke Cina oleh Inggris pada 22 tahun lalu.

    Pengunjuk rasa menggunakan troli besi dan tiang besi untuk mendobrak barikade polisi dan memecahkan kaca tebal gedung parlemen.

    Baca juga: 1 Juta Warga Hong Kong Demo Tolak RUU Ekstradisi Cina

    Mereka masuk ke ruang utama gedung parlemen Hong Kong, lalu memasang bendera Inggris dari era kolonial di podium utama. Pengunjuk rasa juga menulis berbagai coretan di dinding parlemen untuk memprotes amandemen legislasi ekstradisi, yang memungkinkan warga diekstradisi ke Cina untuk diadili.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.