5 Poin Menarik Soal Kontroversi RUU Ekstradisi Hong Kong

Reporter

Editor

Budi Riza

Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi saat protes atas penolakan pemerintah untuk membatalkan pembahasan RUU Ekstradisi di Hong Kong, 12 Juni 2019. Ribuan demonstran memenuhi jalan-jalan utama di Hong Kong, untuk mendesak parlemen dan pemerintah membatalkan RUU Ekstradisi. REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.COHong Kong – Pemerintah Hong Kong akhirnya menunda tanpa batas waktu pembahasan RUU Ekstradisi, yang menimbulkan protes besar-besaran warga sejak akhir pekan lalu, pada Kamis, 12 Juni 2019.

Baca juga: RUU Ekstradisi Ditolak, Kepala Eksekutif Hong Kong Bilang Ini

Publik memprotes ketentuan dalam amandemen UU Ekstradisi ini yang mengizinkan pemerintah dan pengadilan Hong Kong mengekstradisi warga yang terlibat kasus kriminal ke Cina daratan.

Mereka merasa khawatir tidak bisa mendapatkan keadilan dan proses hukum yang transparan jika kasusnya menjalani proses sidang di pengadilan di Cina.

Baca juga: Polisi Hong Kong Tembak Pengunjuk Rasa dengan Peluru Karet

Berikut ini beberapa hal mengenai pembahasan RUU Ekstradisi yang memicu protes publik ini:

  1. Februari

Pemerintah Hong Kong mengusulkan RUU ini pertama kali pada Februari 2019. Rancangan itu berisi ketentuan yang mengubah besar-besaran ketentuan ekstradisi tersangka kriminal, yang awalnya bersifat kasus per kasus. Ketentuan sebelumnya menyatakan tersangka kriminal hanya bisa diekstradisi ke 20 negara yang memiliki kerja sama ekstradisi dengan Hong Kong. Cina tidak termasuk dalam ketentuan awal ini.

Baca juga: Pengunjuk Rasa Menolak RUU Ekstradisi Hong Kong Digelar di Sydney

  1. Ekstradisi ke Cina

Pemerintah Hong Kong lalu mengubah ketentuan itu dengan memasukkan ketentuan baru bahwa tersangka bisa diekstradisi ke Cina daratan termasuk Taiwan dan Makau untuk pertama kalinya. Alasannya, ini untuk menutup celah hukum yang membuat wilayah semi-otonom itu sebagai tempa pelarian bagi kriminal dari Cina daratan.

Salah satunya kasus pembunuhan seorang perempuan Hong Kong oleh pacarnya saat berlibur di Taiwan. Pacar si korban mengaku kepada polisi setelah tiba kembali di Hong Kong. Saat ini dia telah menjalani masa hukuman di penjara tapi untuk kasus yang lain yaitu pencucian uang.

Baca juga: Media Cina Tuding Barat Dukung Unjuk Rasa Hong Kong

  1. Proses Ekstradisi

Ketentuan baru dalam amandemen ini menyatakan pemerintah Hong Kong, yang saat ini dipimpin oleh Kepala Eksekutif, Carrie Lam, boleh menyetujui permintaan ekstradisi dari negara lain setelah melewati proses persidangan. Namun, poin mengenai pengawasan atas proses ekstradisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat ditiadakan.

  1. Protes Taiwan

Taiwan dan sejumlah negara Barat menyayangkan adanya amandemen UU Ekstradisi ini. Alasannya, UU itu juga mengatur ketentuan ekstradisi bagi non-warga  Hong Kong. “Otoritas Taiwan menolak keras amandemen ini karena dinilai bisa membuat warga mereka di Hong Kong terkena ketentuan ekstradisi,” begitu dilansir Channel News Asia.

Baca juga: Empat Organisasi Jurnalis Tolak RUU Ekstradisi Hong Kong

  1. Kekhawatiran Publik

Kekhawatiran publik merebak dalam beberapa pekan ini menyusul pembahasan putaran kedua RUU Ekstradisi ini di parlemen Hong Kong pada Rabu, 12 Juni 2019.

Sejumlah hakim senior di Hong Kong mengaku merasa takut jika ketentuan ekstradisi ini jadi disahkan. Ada kekhawatiran RUU Ekstradisi ini membuka pintu bagi tekanan politik dari pemerintah Cina terhadap pemerintah Hong Kong dan proses peradilan di wilayah bekas koloni Inggris ini. Sedangkan pengacara komersial yang berbasis di Hong Kong menyebut sistem pengadilan di Cina tidak bisa dipercaya untuk memenuhi standar dasar proses hukum yang adil.






Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

21 jam lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

23 jam lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

5 hari lalu

Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

Hong Kong memberhentikan peredaran produk Mie Sedaap asal Indonesi karena mengandung zat karsinogenik. Apa itu zat karsinogenik?


Sempat Merana Karena Partai Komunis Cina, Ip Man Bangkit Menjadi Legenda Wing Chun Dunia

5 hari lalu

Sempat Merana Karena Partai Komunis Cina, Ip Man Bangkit Menjadi Legenda Wing Chun Dunia

Pada pertengahan abada ke-20, kehidupan Ip Man sempat tertekan akibat kepemimpinan Partai Komunis di Tiongkok. Alhasil, Ip mengungsi di Hong Kong sekaligus mengajarkan dan mengembangkan bela diri Wing Chun.


Begini Urutan Nonton 9 Film Ip Man, Kisah Guru Besar Seni Bela Diri Wing Chun

5 hari lalu

Begini Urutan Nonton 9 Film Ip Man, Kisah Guru Besar Seni Bela Diri Wing Chun

Sejauh ini, terdapat 9 film Ip Man yang diproduksi oleh Studio Hollywood maupun Tiongkok. Berikut adalah urutan menontonnya secara kronologis.


5 Fakta Sosok Ip Man, Benarkah Ia Guru Bruce Lee?

5 hari lalu

5 Fakta Sosok Ip Man, Benarkah Ia Guru Bruce Lee?

Fakta menunjukkan bahwa Bruce Lee sempat berguru pada Ip Man, tetapi hubungan keduanya tidak sedekat murid dan guru serta tidak sejauh musuh bebuyutan.


Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

6 hari lalu

Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Sabtu sore, 1 Oktober 2022 antara lain empat fakta penarikan Mie Sedaap dari peredaran di supermarket Hong Kong.


Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

6 hari lalu

Hong Kong Tarik Mie Sedaap Korean Spicy Chicken karena Mengandung Pestisida, di Indonesia?

Pemerintah Hong Kong meminta para penjual Mie Sedaap Korean Spicy Chicken untuk berhenti memasarkan produk itu. Bagaimana keamanannya di Indonesia?


Mengandung Zat Karsinogenik, Mie Sedaap Rasa Ini Ditarik dari Peredaran di Hong Kong

6 hari lalu

Mengandung Zat Karsinogenik, Mie Sedaap Rasa Ini Ditarik dari Peredaran di Hong Kong

Ditariknya Mie sedaap dari peredarannya di Hong Kong cukup menyita perhatian. Berikut faktanya


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

7 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.