Robot Basket Cue 3 Toyota Masukkan 2020 Lemparan Bola

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot basket buatan Toyota bernama Cue 3. Boing-Boing

    Robot basket buatan Toyota bernama Cue 3. Boing-Boing

    TEMPO.CO, JakartaRobot Cue berbentuk manusia buatan Toyota berhasil melakukan lemparan bebas bola basket secara sangat efisien.

    Baca juga: Ada Joki Robot dalam Festival Balap Unta Suku Badui di Mesir

     

    Robot setinggi 2.1 meter itu berhasil memasukkan 2020 lemparan bebas secara berturut-turut, yang bernilai dua poin untuk setiap lemparannya.

    Robot ini juga bisa melakukan lemparan tiga angka meskipun tidak mampu mendribel bola apalagi melakukan dunk ke dalam keranjang.

    “Robot bernama Cue 3 menggunakan berbagai sensor untuk mengkalkulasi sudut yang tepat dan melakukan tembakan dan menggunakan motor penggerak untuk mereplikasi gerakan lemparan yang sama,” begitu dilansir Daily Mail pada Kamis, 27 Juni 2019.

    Baca juga:  Malfungsi, Robot Tusuk Pekerja Pabrik di Cina

     

    Toyota, yang merupakan perusahaan asal Jepang, memilih angka 2020 untuk merayakan Olimpiade 2020, yang akan digelar di Tokyo.

    Robot ini bisa mengetahui posisi keranjang secara tiga dimensi menggunakan berbagai sensor pada torsonya. Robot lalu menyesuaikan motor di dalam lengan dan dengkul sehingga bisa melakukan lemparan dengan sudut yang tepat dan melakukan ayunan menggunakan propulsi.

    Pada April 2019, Cue 3 berhasil melakukan lima dari delapan lemparan tiga poin. Menurut pengembangnya, rasio ini lebih buruk dibandingkan kinerja normalnya.

    Baca juga: Mahasiswa di Cina Gunakan Robot untuk Kerjakan PR

     

    Menurut Yudai Baba, seorang pemain basket yang mewakili Jepang pada 2020 di Olimpiade Tokyo, bisa demonstrasi dan melakukan beberapa kesalahan melempar.

    “Pemain manusia masih lebih baik sekarang,” kata dia soal kesalahan yang juga masih dilakukan robot basket.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.