Putra Mahkota Arab Saudi: Kami Tak Ragu Hadapi Ancaman Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi. Sumber: Reuters/straitstimes.com

    Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi. Sumber: Reuters/straitstimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan, dirinya tidak ragu untuk menghadang ancaman terhadap rakyat, wilayah, dan kedaulatan Arab Saudi.

    Baca juga: Dua Kapal Tanker di Teluk Oman Diduga Diserang

    "Kami tidak ingin perang terjadi di wilayah ini.. Namun, kami tidak ragu untuk menghadapi segala ancaman terhadap rakyat kami, kedaulatan kami, integritas wilayah kami, dan kepentingan vital kami," kata MBS, nama julukan putra mahkota itu dalam wawancara khusus dengan harian pan-Arab, Asharq Al Awsat, sebagaimana dikutip dari laporan Gulf News, 16 Juni 2019.

    Baca juga: Empat Kapal Tanker Diduga Disabotase di Selat Hormuz

    MBS untuk pertama kali memberikan tanggapan atas ketegangan yang terjadi dengan musuhnya, Iran sehubungan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di perairan Teluk Oman pada Kamis, 13 Juni 2019.

    Dua kapal tanker yang diserang diduga menggunakan rudal adalah Kokuka Courageous dan Front Altair. Kokuka berbendera Panama yang dioperasikan oleh BSM di Singapura, dan dimiliki oleh Kokuka Sangyo di Jepang.

    Baca juga: PBB Peringatkan Insiden Kapal Tanker Berbahaya bagi Dunia

    Front Altair berbendera Marshall Islan, yang dioperasikan oleh International Tanker Manajemen, yang berkantor di Dubai, dan dimiliki oleh Frontline di Bermuda.

    Amerika Serikat, sekutu Arab Saudi, menuding pasukan Garda Revolusi Iran sebagai pelaku penyerangan terhadap 2 kapal tanker minyak di Teluk Oman. AS merilis video sebagai bukti tudingan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.