PBB Peringatkan Insiden Kapal Tanker Berbahaya bagi Dunia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari sebuah kapal tanker terbakar di perairan Teluk Oman, 13 Juni 2019. Dua kapal tanker mendapatkan serangan tak teridentifikasi saat melintas di Teluk Oman. ISNA/Handout via REUTERS

    Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari sebuah kapal tanker terbakar di perairan Teluk Oman, 13 Juni 2019. Dua kapal tanker mendapatkan serangan tak teridentifikasi saat melintas di Teluk Oman. ISNA/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - PBB memperingatkan bahwa dunia tidak akan bisa menanggung beban konlik besar di kawasan Teluk setelah insiden kapal tanker di Selat Hormuz.

    "Saya mengutuk keras serangan terhadap sipil. Fakta harus ditetapkan dan tanggung jawab yang harus diklarifikasi," Sekjen PBB Antonio Guterres selama rapat DK PBB pada Kamis kemarin, dikutip dari Al Jazeera, 14 Juni 2019.

    Serangan yang dilaporkan di Teluk Oman di lepas pantai Iran menyebabkan satu kapal terbakar dan keduanya rusak terapung, memaksa sejumlah kru meninggalkan kapal.

    Baca juga: Amerika dan Sekutu Salahkan Iran atas Serangan Dua Kapal Tanker

    Insiden ini adalah yang kedua dalam sebulan di dekat Selat Hormuz yang strategis, jalur air utama untuk pasokan minyak dunia.

    Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh Iran berada di balik serangan yang dilaporkan, beberapa jam setelah Iran menyebut insiden itu mencurigakan.

    "Penilaian ini didasarkan pada intelijen, senjata yang digunakan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan operasi, serangan Iran baru-baru ini yang serupa pada pengiriman, dan fakta bahwa tidak ada kelompok proksi yang beroperasi di daerah tersebut memiliki sumber daya dan kemampuan untuk bertindak dengan tingkat kecanggihan tinggi," kata Menlu AS Mike Pompeo.

    Namun Pompeo tidak memberikan bukti keras untuk mendukung tuduhan AS.

    Sebuah kapal angkatan laut Iran berusaha memadamkan api dari sebuah kapal tanker terbakar di perairan Teluk Oman, 13 Juni 2019. Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan dua kapal tanker tersebut. ISNA/Handout via REUTERS

    Sebelumnya tudingan AS, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan waktu insiden itu "mencurigakan" karena bertepatan dengan pertemuan antara pemimpin tertinggi negara Iran dan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo, yang berada di Teheran untuk pertama kali guna mediasi Iran-AS.

    "Kecurigaan tidak memulai untuk menggambarkan apa yang mungkin terjadi pagi ini," tulis Javad Zarif di Twitter-nya, dikutip dari Reuters.

    Baca juga: PM Jepang Sampaikan Iran Tak Berniat Membuat Senjata Nuklir

    Sementara Arab Saudi dan Inggris setuju dengan Amerika Serikat bahwa Iran berada di belakang dugaan serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman.

    "Kami sangat setuju dengan penilaian AS," twit reporter Inggris, yang mengutip sumber Kementerian Luar Negeri Inggris.

    Beberapa jam setelah insiden, Delegasi Iran untuk PBB menyatakan dengan tegas menolak klaim tidak berdasar AS sehubungan dengan insiden tanker minyak 13 Juni dan mengutuknya.

    Baca juga: Dua Kapal Tanker di Teluk Oman Diduga Diserang

    Iran menuduh Amerika Serikat dan sekutu regionalnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, sebagai penghasut perang.

    Iran menyerukan masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam mencegah kebijakan dan praktik sembrono dan berbahaya serta praktik Amerika Serikat dan sekutu regionalnya dalam meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, seperti yang dituduhkan atas serangan kapal tanker di Selat Hormuz atau kehadiran militer AS di Teluk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.