Buntut Huawei Dilarang, Perusahaan Chip AS Rugi Rp 28 Triliun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendapatan perusahaan pembuat chip Broadcom pada tahun fiskal 2019 turun US$ 2 miliar (Rp 28,6 triliun) menjadi $ 22,5 miliar (Rp 322,2 triliun), dari proyeksi US$ 24,5 miliar (Rp 350 triliun) akibat perusahaan AS dilarang berbisnis dengan Huawei.

    Ini menandai salah satu contoh pertama di mana dampak finansial dari keputusan Presiden Trump untuk melarang raksasa ponsel pintar Cina Huawei.

    "Kami saat ini melihat perlambatan berbasis luas di lingkungan permintaan, yang kami percaya didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, serta dampak dari pembatasan ekspor pada salah satu pelanggan terbesar kami," kata Hock Tan, Presiden dan CEO Broadcom, mengutip laporan Business Insider, 15 Juni 2019.

    Baca juga: Huawei Tuntut Verizon Bayar Lisensi 230 Paten Seharga Rp 14,3 T

    "Akibatnya, pelanggan kami secara aktif mengurangi tingkat inventaris mereka, dan kami mengambil sikap konservatif untuk sisa tahun ini," tambah Hock.

    Sekitar 4,3 persen dari total pendapatan perusahaan semikonduktor yang berbasis di San Jose, California untuk tahun fiskal sebelumnya berasal dari Huawei, kata Tan.

    "Sehubungan dengan semikonduktor, jelas bahwa konflik perdagangan AS-Cina, termasuk larangan ekspor Huawei, menciptakan ketidakpastian ekonomi dan politik dan mengurangi visibilitas bagi pelanggan (manufaktur) global," kata Tan kepada analis di Wall Street Journal.

    Baca juga: Duta Besar Cina Peringatkan Inggris Jika Huawei Diblokir

    Sejak Huawei masuk daftar hitam Departemen Perdagangan AS bulan lalu, ada kekhawatiran yang meningkat tentang bagaimana perusahaan AS yang bekerja dengan pembuat elektronik Cina akan kena imbas.

    Perusahaan-perusahaan chip AS telah menderita pukulan besar terhadap saham mereka dalam beberapa pekan terakhir, dengan sejumlah dana yang diperdagangkan di bursa yang memantau perusahaan-perusahaan semikonduktor berkinerja buruk selama bulan lalu, seperti dilaporkan CNBC pada awal Juni.

    Satu Exchange-Traded Fund (ETF) dengan kepemilikan saham individual teratas yang mencakup Qualcomm dan Texas Instruments turun 34 persen pada bulan lalu, sementara yang lain yang memiliki Intel sebagai holding teratas turun hampir 25 persen.

    Baca juga: Perusahaan Dunia Mulai Larang Staf Berinteraksi dengan Huawei

    Tetapi turunnya pendapatan Broadcom senilai US$ 2 miliar adalah salah satu dari pertama kalinya dampak finansial dari larangan tersebut dan ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar perang dagang yang meningkat telah dijabarkan.

    Saham Broadcom turun lebih dari 6 persen dalam perdagangan pada Jumat pagi, dan saham pembuat chip Qualcomm juga turun lebih dari 2 persen.

    Tidak jelas bagaimana dan apakah daftar hitam Huawei akan memengaruhi pembuat chip Amerika lainnya seperti Intel dan Qualcomm, mengingat kedua perusahaan baru akan melaporkan pendapatan mereka pada bulan Juli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.