Trump Mengaku Mendapat Surat Indah dari Kim Jong Un, Isinya?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump mengaku mendapat surat "indah" dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Selasa kemarin.

    Namun pejabat mengungkapkan surat Kim Jong Un sama sekali tidak berisi itikad untuk denuklirisasi Korut.

    Menurut laporan CNN, 13 Juni 2019, Trump mengaku kepada wartawan dia baru saja menerima surat indah dari Kim Jong Un pada Selasa kemarin.

    Baca juga: Kim Jong Nam Disebut Sebagai Informan CIA

    Trump mengaku menerima surat dari Kim Jong Un pada Senin, dan surat ini adalah yang pertama sejak pertemuan mereka di Hanoi.

    Namun pejabat pemerintahan mengungkapkan surat hnya berisi ucapan selamat ulang tahun dari Kim. Ulang tahun Donald Trump jatuh pada hari Jumat, dan pejabat yang mengetahui isi surat mengatakan Kim mendoakan Trump untuk kesehatan yang baik.

    Setelah berbulan-bulan diplomasi terhenti, Trump menyatakan bahwa Korea Utara "tidak siap untuk bernegosiasi" bulan lalu, tetapi surat yang tiba pada hari Senin tampaknya mendorongnya untuk mengambil sikap yang lebih optimis mengenai kemungkinan pembicaraan di masa depan.

    "Kami memiliki hubungan yang sangat baik bersama," kata Trump tentang Kim ketika ia berdiri di luar Gedung Putih pada hari Selasa.

    "Sekarang saya bisa mengkonfirmasinya karena surat yang saya dapat kemarin, dan saya pikir akan terjadi sesuatu yang akan menjadi sangat positif," tambah Trump.

    Baca juga: Amerika Tuduh Korea Utara Langgar Sanksi Impor Minyak Olahan

    Pejabat Trump melihat surat itu sebagai indikasi pengaturan ulang untuk kemungiknan KTT ketiga. Pejabat pemerintahan mengatakan AS siap untuk KTT ketiga tetapi menunggu untuk mendengar lebih banyak dari Korea Utara.

    Pada hari Rabu, Donald Trump menyebut surat dari Kim Jong Un "sangat bagus" dan "tidak terduga" tetapi tidak akan menjelaskan apa yang ada di dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.