Peringatan 71 Tahun Hari Nakbah, Palestina Masih Dijajah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zuhair Alshun, Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Sumber: EKO WAHYUDI/TEMPO

    Zuhair Alshun, Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Sumber: EKO WAHYUDI/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Jumat, 17 Mei 2019 menggelar peringatan Hari Nakbah, yakni hari saat masyarakat Palestina pertama kali diserang dan diusir oleh Tel Aviv pada 1948.

    Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Alshun mengatakan, pada 15 Mei 1948, masyarakat Palestina kehilangan harta-benda akibat serangan Israel tersebut. Demi bisa bertahan hidup, banyak masyarakat terpaksa mengungsi hingga ke luar negeri.

    Baca juga: Israel Sebar Pamflet ke Gaza Menjelang Puncak Nakba

    "Kejadian saat itu, diibaratkan sebuah bom nuklir yang di jatuh ke suatu wilayah. Semua hilang dan hancur, tidak ada yang tersisa. Ini merupakan bencana kemanusiaan," kata Alshun di kantor Kedutaan Besar Palestina, Jakarta Pusat, Jumat 17 Mei 2019.

    Penjajahan Israel terhadap Palestina sampai sekarang telah berjalan selama 71 tahun. Alshun mengatakan penjajahan yang dihadapi masyarakat semakin sulit karena Amerika Serikat bukannya mendukung Palestina, tetapi malah terus menginjak-injak hak masyarakat.

    "Ini selalu kami hadapi dan kami berusaha bangkit demi mencapai hak yang harus kami dapatkan," katanya.

    Baca juga : Peringatan 70 Tahun Hari Nakba, 109 Warga Palestina Tewas

    Menurut Alshun, di tengah kondisi serba sulit ini pemerintah Palestina terus membantu semua lapisan masyarakat dalam segala aspek. Dia meyakinkan, pemerintah akan selalu ada untuk membela masyarakat Palestina.

    Setiap jatuh peringatan Hari Nakbah, masyarakat Palestina biasanya akan melakukan aksi protes di Tepi Barat dan Gaza. Tokoh dan pejabat pemerintah Palestina yang ada di luar negeri, mengadakan konferensi pers untuk mengingatkan kembali publik pada hari dimana Israel pertama kali melancarkan serangannya ke Palestina.

    "Kami menceritakan sejarah Nakbah dari nol sampai sekarang. Hampir setiap anak di Palestina tumbuh besar dalam suasana negara yang diliputi kehancuran," ungkapnya.

    Palestina masih tertatih dalam merebut kembali kemerdekaan dan hak-haknya dari Israel. Walau begitu, Alshun mengatakan negaranya selalu mengapresiasi apapun bentuk dukungan yang diberikan, termasuk dukungan dari Indonesia yang selalu terdepan menyuarakan nasib Palestina di forum-forum internasional.

    Posisi Indonesia di Dewan Keamanan PBB saat ini, diharapkan bisa membantu menciptakan perdamaian di Palestina. Melalui posisi ini, Palestina juga ingin Indonesia bisa mendorong dunia internasional agar mau mendukung aspirasi masyarakat Palestina.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.