Netanyahu Dukung Kebijakan Trump Terhadap Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat pembom B-52H Stratofortress yang ditugaskan ke Skadron Bom Ekspedisi ke-20 mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, 8 Mei. Satuan Tugas Bomber dikerahkan ke Komando Pusat AS untuk mempertahankan pasukan dan kepentingan Amerika di wilayah tersebut. (Staf Sersan Ashley Gardner / US Air Force / Military Times)

    Sebuah pesawat pembom B-52H Stratofortress yang ditugaskan ke Skadron Bom Ekspedisi ke-20 mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, 8 Mei. Satuan Tugas Bomber dikerahkan ke Komando Pusat AS untuk mempertahankan pasukan dan kepentingan Amerika di wilayah tersebut. (Staf Sersan Ashley Gardner / US Air Force / Military Times)

    TEMPO.COYerusalem – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan mendukung sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap agresi Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

    Baca:

    “Israel dan semua negara di wilayah ini dan negara yang mendukung perdamaian di dunia harus berdiri bersama dengan AS melawan agresi Iran,” kata Netanyahu dalam upacara setahun sejak dibukanya kantor Kedutaan Besar AS di Yerusalem seperti dilansri Times Now News pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Netanyahu melanjutkan,”Kita harus terus memperkuat negara Isarel dan terus memperkuat aliansi melawan Amerika.”

    Pernyataan Netanyahu ini muncul setelah Washington mengirim kapal induk dan pesawat pengebom ke kawasan Teluk untuk melawan ancaman yang disebut datang dari Teheran.

    Baca:

     

    Meski terjadi ketegangan, kedua negara mengatakan mereka tidak menginginkan perang. Netanyahu merupakan pendukung kuat kebijakan Trump di Timur Tengah, yang cenderung berbeda dengan kebijakan pemerintah AS selama ini.

    Ini seperti pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, yang diikuti satu negara yaitu Guatemala. Komunitas internasional menilai nasib kota bersejarah itu sebaiknya diserahkan kepada negosiasi antara Israel dan Palestina.

    Trump juga menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran pada 2018. Langkah ini menimbulkan kemarahan dari Uni Eropa, Rusia dan Cina, yang mendukugn perjanjian nuklir 2015 itu.

    Baca:

    Media Israel National News melansir Trump mengatakan pada Senin bahwa Iran bakal menderita jika menyerang kepentingan AS di kawasan Teluk.

    “Kita akan lihat apa yang terjadi dengan Iran. Jika mereka melakukan sesuatu, itu akan menjadi kesalahan yang buruk. Jika mereka melakukan sesuatu, maka mereka akan sangat menderita,” kata Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.