Vladimir Putin Sebut Wajib Militer Sudah Ketinggalan Zaman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]

    Presiden Rusia Vadlimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federasi Rusia, 20 Februari 2019.[TASS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan wajib militer di era pertempuran modern sudah ketinggalan zaman.

    Ketika militer modern menghadapi tantangan yang lebih rumit dan memperoleh teknologi canggih, maka militer memerlukan transisi ke pasukan profesional, kata Presiden Vladimir Putin.

    "Layanan wajib militer perlahan menjadi sesuatu dari masa lalu," kata Putin, dikutip dari Russia Today, 13 April 2019.

    Baca: Rusia Kerahkan Kemampuan Perang Elektronik untuk Rahasiakan Putin

    Putin menambahkan bahwa butuh waktu dan pembiayaan yang tepat untuk mewujudkan tentara profesional.

    "Tapi tren ini ada dan kami akan bergerak ke arah ini," ujar Putin.

    Namun, banyak negara tidak menghapuskan wajib militer sepenuhnya karena militer memiliki banyak pekerjaan tanpa keahlian yang harus dilakukan, tambahnya.

    Peserta wajib militer di kesatuan Aangkatan Udara, melakukan pemanasan sebelum mengikuti latihan terjun payung di Stavropol, Rusia, 29 Oktober 2015. REUTERS/Eduard Korniyenko

    Di Rusia, diberlakukan 12 bulan wajib militer untuk semua warga negara pria berusia 18-27 tahun, dengan sejumlah pengecualian.

    Masa wajib militer ini sebelumnya dua tahun pada 2007-2008, meskipun waktu wajib militer satu tahun dianggap oleh banyak ahli terlalu singkat untuk mendapatkan keterampilan militer yang tinggi.

    Baca: Presiden Putin: Perang Dunia III Bisa Akhiri Peradaban Manusia

    Awal pekan ini, Putin mengumumkan bahwa rudal balistik antarbenua SS-28 Sarmat (ICBM) super-berat baru telah memasuki tahap uji akhir dan akan segera beroperasi.

    Sarmat adalah salah satu dari lima senjata teratas yang diumumkan Putin pada Maret tahun lalu sebagai tanggapan Rusia terhadap pengembangan AS terhadap sistem rudal anti-balistik global.

    Senjata lain yang dibanggakan Vladimir Putin antara lain senjata laser Peresvet dan rudal balistik yang diluncurkan udara (ALBM) Kinzhal (Belati), yang kini telah dioperasikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.