Tenaga Medis Palestina Tewas Diduga Ditembak Militer Israel

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan millik tentara Israel terbakar akibat serangan bom molotov saat bentrokan dengan pengunjuk rasa Paletisna di pinggiran Ramallah di Tepi Barat, 27 Maret 2019. Bentrokan ini merupakan aksi protes dan dukungan kepada tahanan Palestina yang masih ditahan di penjara Israel. REUTERS/Mohamad Torokman

    Kendaraan millik tentara Israel terbakar akibat serangan bom molotov saat bentrokan dengan pengunjuk rasa Paletisna di pinggiran Ramallah di Tepi Barat, 27 Maret 2019. Bentrokan ini merupakan aksi protes dan dukungan kepada tahanan Palestina yang masih ditahan di penjara Israel. REUTERS/Mohamad Torokman

    TEMPO.CO, Jakarta - Sajed Muzher, 18 tahun, relawan tenaga medis asal Palestina, diduga ditembak di bagian perutnya setelah pasukan militer Israel melakukan penggerebekan di sebuah kamp pengungsian di kota Bethlehem, Tepi Barat. Sumber di kesehatan Palestina mengatakan Muzher meninggal di atas meja operasi di Rumah Sakit Beit Jala, Palestina.    

    Sumber tersebut juga mengatakan Muzher ditembak dalam kondisi menggunakan rompi bertuliskan ‘medis’ dan sedang berusaha menyelamatkan demonstran yang terluka di kamp pengungsian Dheisheh. 

    Saksi mata mengatakan tentara Israel dikerahkan dalam jumlah yang sangat besar di gang dan jalan-jalan sekitar kamp Dheisheh dengan posisi para penembak jitu bersembunyi di atap.

    Baca: Kematian Razan, Pejabat Kemenkes: Tenaga Medis Tak Boleh Diserang

    Baca: Relawan Medis Gaza Ditembak Sniper Israel saat Evakuasi Korban

    Menteri Kesehatan Palestina, Jawad Awwad, mengutuk pembunuhan pada tenaga medis itu, terlebih dia ditembak saat sedang mencoba menyelamatkan orang lain. Awwad mengatakan pembunuhan terhadap relawan tenaga medis adalah sebuah kejahatan perang. Selain Muzher, tiga warga Palestina lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan oleh militer Israel pada Rabu pagi, 27 Maret 2019 di kamp Dheisheh, kota Bethlehem, Tepi Barat.

    Pasukan militer Israel sering melakukan penggerebekan ke kamp-kamp pengungsi untuk melakukan penahanan atau operasi lainnya. Aksi penggerebekan ini sering berbuntut bentrokan dengan para penghuni kamp.

    Dalam penggerebekan pada Rabu pagi, 27 Maret 2019 di kamp Dheisheh, tiga warga negara Palestina yakni Mohammed Rizq Hamash, Mahmoud Walid al-Lahham, dan Issa Maali, ditahan setelah pasukan militer Israel menggeledah tempat tinggal mereka dan kediaman sanak saudara mereka. Terkait kematian tenaga medis Muzher, penahanan tiga warga negara Palestina dan penggerebekan di kamp Dheisheh, militer Israel belum mau berkomentar.

    MUHAMMAD HALWI | aljazeera.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.