Kematian Razan, Pejabat Kemenkes: Tenaga Medis Tak Boleh Diserang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Razan Najjar saat menolong para pengunjuk rasa Palestina yang terkena semburan gas air mata saat kerusuhan di Jalur Gaza, 1 April 2018. Razan merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian di perbatasan Israel, sebelah timur Khan Younis, kawasan selatan Jalur Gaza. Xinhua photo

    Razan Najjar saat menolong para pengunjuk rasa Palestina yang terkena semburan gas air mata saat kerusuhan di Jalur Gaza, 1 April 2018. Razan merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian di perbatasan Israel, sebelah timur Khan Younis, kawasan selatan Jalur Gaza. Xinhua photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kematian Razan Najjar, 21 tahun, relawan medis di Gaza, Palestina, mendapat sorotan luas, termasuk Kementerian Kesehatan Indonesia. Razan tewas ditembak tentara Israel saat berupaya menyelamatkan korban luka dalam demonstrasi di perbatasan Gaza-Israel pada Jumat, 1 Juni 2018.

    “Kami dari kesehatan ikut kecewa dengan adanya kejadian ini. Karena, tenaga medis itu tidak menyerang siapa pun, tidak memegang senjata apa pun di lapangan, yang dilakukan hanya menolong orang,” kata Kepala Bidang Pendayagunaan SDM Kesehatan Luar Negeri Kementerian Kesehatan Diono Susilo Yuskaran usai acara Pemberangkatan Calon Perawat dan Calon Caregiver di Kedutaan Besar Jepang, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca: Mengenal Sosok Razan Najjar, Gadis Pemberani dari Gaza

    Razan Najjar saat menolong pengunjuk rasa Palestina yang terluka saat kerusuhan di Jalur Gaza. Ayahnya yang bernama Ashraf Al Najjar (44) adalah pengangguran setelah toko onderdil motor miliknya hancur oleh serangan udara Israel pada 2014 lalu. manartv.com.lb

    Baca: Detik-detik Tewasnya Razan Najjar oleh Peluru Tentara Israel

    Menurut Diono, seharusnya palang merah, sukarelawan, dan tenaga medis lainnya tidak boleh diserang. Sebab, hal itu termasuk ke dalam pelanggaran ham asasi manusia (HAM) dan pelanggaran hukum internasional. Sayangnya, pelanggaran HAM terhadap tenaga medis masih terjadi, termasuk yang dialami Razan.

    Diono pun berharap, dengan tewasnya Razan, negara-negara yang memiliki kekuasaan bisa lebih serius meredam konflik Israel-Palestina.

    Sebelumnya, Dewan HAM Persatuan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan sebuah resolusi mengenai pelanggaran HAM berat terhadap rakyat Palestina karena operasi militer Israel di Gaza. Indonesia sendiri termasuk yang mendukung keluarnya resolusi tersebut.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pada Jumat, 1 Juni 2018, menyatakan Indonesia terus mendorong dan memperjuangkan kemerdekaan serta hak-hak rakyat Palestina. Hal ini memperlihatkan keberpihakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina yang sangat jelas. 

    INSAN QURANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.