Larangan Meluas, Kini Sudah 45 Negara Tangguhkan Boeing 737 MAX

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat baru SilkAir, Boeing 737 Max 8, terparkir di landasan di Bandara Changi di Singapura 4 Oktober 2017.[REUTERS / Edgar Su]

    Pesawat baru SilkAir, Boeing 737 Max 8, terparkir di landasan di Bandara Changi di Singapura 4 Oktober 2017.[REUTERS / Edgar Su]

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan terbang Boeing 737 MAX semakin meluas, dan kini 45 negara menangguhkan operasional-nya meskipun otoritas penerbangan AS mengatakan tidak ada dasar untuk merumahkan Boeing 737 MAX.

    "Sejauh ini, tinjauan kami tidak menunjukkan masalah kinerja sistemik dan tidak memberikan dasar untuk menangguhkan pesawat. Juga tidak ada otoritas penerbangan sipil lainnya yang memberikan data kepada kami terkait penangguhan," kata pejabat Federal Aviation Administration (FAA) Daniel Elwell, dikutip dari South China Morning Post, 13 Maret 2019.

    Baca: 19 Negara Larang Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8

    Penangguhan lanjutan ini adalah dampak insiden Ethiopian Airlines yang jatuh beberapa menit setelah lepas landas pada Ahad kemarin. Pada Oktober 2018, pesawat serupa milik Lion Air juga jatuh tak lama setelah lepas landas. Kedua kecelakaan menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Kekhawatiran atas isu keselamatan varian Boeing 737 ini meluas, meskipun belum ada bukti keterkaitan antara dua kecelakaan itu.

    Sebelumnya, Reuters mencatat ada 19 negara yang melarang terbang Boeing 737 MAX 8, termasuk Eropa.

    Dua buah pesawat jenis Boeing 737 MAX yang berada di fasilitas produksi di Renton, Washington, 11 Maret 2019. Lion Air yang menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 (sepuluh) pesawat Boeing 737 MAX 8. REUTERS/David Ryder

    Hingga Rabu pagi waktu Hong Kong, setidaknya AS, Kanada, Panama, Thailand, Mauritania, dan Kazakhstan, yang masih mengizinkan maskapai untuk menerbangkan 737 MAX untuk saat ini.

    Selandia Baru ikut kelompok negara yang melarang Boeing MAX 737 pada Rabu.

    Negara-negara Uni Eropa melarang seluruh penerbangan Boeing 737 MAX 8 pada Selasa, setelah Cina, Indonesia, Ethiopia dan Singapura.

    Baca: Donald Trump Ikut Prihatin Masalah Keselamatan Boeing 737 MAX 8

    Hong Kong menjadi salah satu dari sedikit yurisdiksi di Asia yang tidak membatasi penerbangan pesawat.

    Maskapai penerbangan India SpiceJet menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX 8 antara New Delhi dan Hong Kong. Namun, penerbangan telah ditangguhkan setelah pengawas penerbangan India memerintahkan peninjauan kembali keselamatan pesawat.

    S7 Airlines milik Rusia, yang menerbangkan 737 MAX 8 antara Novosibirsk dan Hong Kong, direncanakan akan berlanjut kecuali otoritas Rusia juga menghentikan penerbangan pesawat Boeing 737 MAX 8.

    Baca: 12 Maskapai Pemilik Pesawat Boeing 737 MAX Terbanyak

    Tiga maskapai AS yang menggunakan 737 MAX, yakni Southwest Airlines, American Airlines, dan United Airlines tetap percaya pada pesawat ini, meskipun ada desakan dari anggota Kongres AS untuk melarang Boeing 737 MAX terbang di wilayah udara Amerika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.