Komentar PM Australia Soal Pemberdayaan Perempuan Dikritik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, secara terbuka meminta maaf kepada anak-anak korban pelecehan seksual. Permohonan maaf itu dilakukan setelah Komisi Kerajaan mengungkap ada lebih dari 15 ribu anak-anak korban pelecehan seksual yang melibatkan ribuan institusi di Australia. Sumber: Gary RamageSource:News Corp Australia/news.com.au

    Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, secara terbuka meminta maaf kepada anak-anak korban pelecehan seksual. Permohonan maaf itu dilakukan setelah Komisi Kerajaan mengungkap ada lebih dari 15 ribu anak-anak korban pelecehan seksual yang melibatkan ribuan institusi di Australia. Sumber: Gary RamageSource:News Corp Australia/news.com.au

    TEMPO.COBrisbane – Perdana Menteri Australia menanggapi kritik atas komentarnya mengenai pemberdayaan perempuan pada peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2019.

    Baca:

     

    Morrison membuat pernyataan yang dinilai kontroversial, yang kemudian dilansir media Amerika Serikat dan Inggris.

    Dalam pidatonya, Morrison mengatakan lelaki seharusnya tidak minggir untuk sekadar membuka jalan bagi pemberdayaan perempuan.

    “Kita tidak sedang membuat orang Australia melawan sesamanya, mencoba mendorong yang lain turun agar sebagian lain bisa naik. Kita ingin melihat perempuan naik. Tapi kita tidak ingin melihat perempuan naik dengan dasar yang lain menjadi lebih buruk,” kata Morrison saat berpidato di Kamar Dagang Mineral dan Energi di negara bagian Australia Barat, pada Jumat, 8 Maret 2019.

    Baca:

     

    Komentar ini mendapat tanggapan dari media CNN yang menyebut Partai Liberal yang mengusung Morrison memiliki masalah dengan jumlah perwakilan perempuan di parlemen.

    “Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah memprovokasi kemarahan pada Hari Perempuan Internasional dengan mengatakan lelaki seharusnya tidak diharuskan minggir untuk pemberdayaan perempuan,” begitu dilansir CNN pada 8 Maret 2019.

    Baca:

     

    CNN juga melansir Partai Liberal hanya memiliki 22 persen anggota parlemen perempuan. Partai oposisi yaitu Partai Buruh Australia justru berupaya menutup kesenjangan gender dengan 44 persen anggota parlemennya merupakan perempuan.

    Menanggapi kritik ini, Morrison mengatakan kepada media di Perth, Sabtu, 9 Maret 2019, bahwa dia ingin semua orang Australia mendukung kemajuan perempuan.

    “Itu sebenarnya yang saya katakan kemarin. Itu sebanya saya ingin melihat agenda yang mendukung semua perempuan seperti rencana anggaran US$328 juta atau sekitar Rp3.3 triliun untuk memerangi kekerasan domestik di Australia,” kata dia.

    Baca:

     

    Morrison menambahkan dia tidak ingin agenda seperti ini dibuat dengan mengadu perempuan melawan lelaki. “Saya ingin mengajak semua orang Australia fokus soal ini,” kata dia, yang memiliki dua orang putri.

    Seorang netizen Kristina Keneally @Kkeneally mengatakan komentar Scot Morrison mengenai perempuan menjadi berita. “Tapi untuk alasan yang keliru,” kata dia.

    Seorang netizen lainnya Dee Madigan @deemadigan mengatakan bisakah seseorang menjelaskan kepada Scott Morrison yang tidak cukup cerdas itu, bahwa,”Sangat mungkin membantu sejumlah orang tanpa harus melukai orang lainnya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.