Milis Kurdi Mulai Serangan Final ke Basis Terakhir ISIS di Suriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Kurdi dari Unit Pelindung Rakyat (YPG) menggunakan senjata mesin saat bertempur dengan militan ISIS dari sebuah rumah di Raqqa, Suriah, 21 Juni 2017. REUTERS/Goran Tomasevic

    Pasukan Kurdi dari Unit Pelindung Rakyat (YPG) menggunakan senjata mesin saat bertempur dengan militan ISIS dari sebuah rumah di Raqqa, Suriah, 21 Juni 2017. REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CODeir Az Zor – Pasukan milisi Kurdi dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan final terhadap basis terakhir kelompok teroris ISIS di Suriah.

    Baca:

     

    Serangan dimulai pada Sabtu pukul enam sore dengan dukungan jet tempur, artileri dan senapan mesin berat. Target serangan adalah sebuah kota kecil di Baghouz AL-Fawqani, yang terletak di Suriah timur.

    “Laporan awal dari garis depan menunjukkan hanya ada sedikit perlawanan dari kelompok ISIS,” begitu dilansir CNN pada Ahad, 10 Februari 2019 waktu setempat.

    Baca:

     

    Menurut komandan Pasukan Demokrasi Suriah atau SDF, yang menjadi naungan milisi Kurdi, sebagian pasukan ISIS hendak menyerah namun sebagian lain mengatakan akan melawan hingga mati. Perkiraan sementara menunjukkan ada sekitar 500 anggota pasukan ISIS di lokasi dan sekitar 1500 warga.

    Sebagian warga telah meninggalkan daerah ini sebelum serangan dilakukan. “ISIS belum selesai. Masih ada di area ini, masih melawan. Sebagiannya menjadi sel tidur,” kata seorang komandan SDF.

    Baca:

     

    Reuters mengutip pejabat SDF yang bernama Mustafa Bali. Menurut Bali, ini merupakan pertempuran terakhir. Selama sepuluh hari terakhir pasukan SDF menunggu hingga sekitar 20 ribu warga dievakuasi dari area yang dikuasai ISIS dan telah dikepung itu di Provinsi Deir Az Zor.

    Seorang pejabat SDF lainnya Redur Xelil mengatakan kawasan ini bakal dikuasai menjelang akhir Februari 2019. Wilayah yang dikuasai ISIS semakin menurun sejak mendeklarasikan kalifah di Timur Tengah pada 2014, yang meliputi Suriah dan Irak. Namun, kota terbesar yang mereka kuasai seperti Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak jatuh pada 2017.

    Baca:

     

    Sedangkan pentolan ISIS yaitu Abu Bakar al-Baghdadi diyakini masih hidup dan kemungkinan bersembunyi di Irak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Efek Pemilu 2019 terhadap Ekonomi Indonesia

    Pemilihan umum menjadi perhatian serius bagi para investor di pasar saham dan pasar uang. Bagaimana mereka merespon gelaran pesta demokrasi 2019?