Balita Masuk ke Sumur, Tim Penyelamat Buat 2 Terowongan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penyelamat di Spanyol mulai mengebor sumur untuk menyelamatkan seorang balita berusia dua tahun. Upaya penyelamatan ini sudah memasuki hari ke enam. Sumber: REUTERS/Jon Nazca

    Tim penyelamat di Spanyol mulai mengebor sumur untuk menyelamatkan seorang balita berusia dua tahun. Upaya penyelamatan ini sudah memasuki hari ke enam. Sumber: REUTERS/Jon Nazca

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyelamat di Spanyol mulai mengebor sumur untuk menyelamatkan seorang balita laki-laki berusia dua tahun. Upaya penyelamatan ini sudah memasuki hari ke enam.

    Balita yang diketahui bernama Julen, masuk ke dalam sumur sedalam 110 meter dengan diameter 25 cm saat dia dan orang tuanya berjalan-jalan ke sebuah kawasan pemukiman di Totalan, Malaga, Spanyol. Julen kejeblos ke dalam sumur ketika sedang bermain dan terlepas dari pengawasan orang tuanya. Julen diduga kuat masuk ke dalam sumur itu setelah ditemukan sekotak permen yang dipegangnya tergeletak di sekitar mulut sumur.

    "Kami sangat termotivasi untuk menemukannya segera. Kami tak mempedulikan jam, kelelahan atau kurangnya tidur. Kami berharap bisa menemukan anak itu segera dan membawanya ke orang tuanya," kata Angel Vidal, insinyur pemimpin upaya penyelamatan.

    Baca: Tim Penyelamat Cari Cara Selamatkan Balita Masuk ke Sumur

    Seorang balita 2 tahun masuk ke dalam sumur sempit di spanyol. sumber: Malaga Fire Brigades/asiaone.com

    Baca: Kisah Warga Sumur Berbagi Makanan Setelah Tsunami Melanda

    Dikutip dari reuters.com, Minggu, 20 Januari 2019, upaya penyelamatan Julen telah menjadi perhatian publik secara luas. Sebab proses penyelamatan penuh tantangan, mulai dari mulut sumur yang sempit hingga sulitnya membawa peralatan penyelamatan ke lokasi.

    Penduduk sekitar memberikan dukungan bagi Julen dan orang tuanya.

    "Yang kuat, Julen. Totalan bersama mu," tulis sebuah spanduk di jalan dekat tempat penyelamatan.

    Tim penyelamat sudah tidak lagi mendapat tanda-tanda kehidupan, namun mereka menegaskan bekerja berdasarkan pada keyakinan Julen masih hidup.

    Pada Jumat, 18 Januari 2019, sejumlah truk datang membawa peralatan mengebor dan pipa raksasa. Mereka mulai mengebor satu dari dua terowongan yang dibuat agar bisa menghubungkan ke sumur kecil tempat Julen jatuh. Proses pengeboran ini membutuhkan waktu sekitar 15 jam. Sedangkan terowongan kedua membutuhkan waktu 20 jam pengeboran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.