Taiwan Duga Agen Sebar Info Kerja Paksa Mahasiswa Indonesia

Perwakilan pemerintah Taiwan di Indonesia John C.Chen (jas hitam) dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019 menegaskan, tidak ada mahasiswa Indonesia yang mengikuti program Kuliah-Magang mengalami kerja paksa [ MARIA-TEMPO]

TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan pemerintah Taiwan di Indonesia menduga agen-agen perekrutan yang menyebarkan kabar tidak benar mengenai kerja paksa mahasiswa Indonesia yang mengikuti program kuliah-magang kerja.

Agen-agen perekrutan ini diduga tidak terima atas peraturan pemerintah Taiwan yang tidak lagi memperbolehkan mereka merekrut mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program kuliah-magang kerja.

Baca: Pemerintah Taiwan: Tak Ada Mahasiswa Indonesia Alami Kerja Paksa

Menurut John C. Chen sebagai perwakilan pemerintah Taiwan di Indonesia, peraturan agen dilarang merekrut mahasiswa Indonesia untuk program kuliah-magang kerja atau Industry-University Internship diberlakukan sejak tahun kedua program ini berjalan.

Peraturan ini dibuat berdasarkan hasil evaluasi tahun pertama program pada 2017 yang menemukan agen-agen perekrutan memanfaatkan program tersebut. Namun Chen tidak merinci tentang agen memanfaatkan program kuliah-magang kerja.

"Program ini baru berjalan 2 tahun. Pada tahun pertama diakui pemerintah, universitas, dan perusahaan tidak berpengalaman, sehingga agen memanfaatkannya. Namun dengan perjalanan waktu, pemerintah Taiwan sudah mendengar premasalahan ini lalu membuat peraturan bahwa sekarang tidak boleh melalui agen, harus langsung. Ini mengakibatkan agen-agen tidak suka dan membuat berita-berita yang tidak benar," kata Chen dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan oleh seorang alumni warga Indonesia dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Baca: KDEI Taipei Selidiki Dugaan Kerja Paksa Mahasiswa RI di Taiwan

Chen kemudian menjelaskan sifatnya subjektif jika ada yang menilai program kuliah-magang kerja semata-mata untuk bekerja dan bukan untuk kuliah. Namun dia membenarkan bahwa program ini dikhususkan untuk mahasiswa yang kurang mampu secara finansial.

"Sambil bekerja sambil kuliah, sehingga bisa mendapatkan gelar S1. Jadi tidak sekadar jadi TKI, contohnya," ujarnya.

Ia menegaskan, mahasiswa yang mengikuti program ini diwajibkan untuk mengikuti internship selama 20 jam seminggu. Sedangkan magang kerja sifatnya pilihan, bukan kewajiban dengan ketentuan maksimal 20 jam per minggu. Hanya saja, mahasiswa yang tidak mengambil magang kerja berarti tidak punya penghasilan.

Baca: 5 Poin Klarifikasi Isu Kerja Paksa Mahasiswa Indonesia di Taiwan

Apabila ada mahasiswa Indonesia yang tidak berkenan dengan program kuliah-magang kerja, maka pemerintah Taiwan mempersilahkan mahasiswa memilih program reguler namun kerja magang akan dibatasi.

Mahasiswa yang mengikuti program kuliah-magang kerja di Taiwan tidak memilih sendiri perusahaan tempatnya bekerja, melainkan universitas yang mempersiapkan perusahaan untuk mahasiswa.






Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

6 jam lalu

Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

Pembuatan aplikasi itu melibatkan anggota tim dari mahasiswa Telkom University.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

8 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Polda Aceh Terus Periksa Kasus Beasiswa, Penerima Beasiswa di Aceh Timur Akui Ada Pemotongan oleh Korlap

12 jam lalu

Polda Aceh Terus Periksa Kasus Beasiswa, Penerima Beasiswa di Aceh Timur Akui Ada Pemotongan oleh Korlap

Kasus mahasiswaAceh yang terindikasi terima beasiswa meski tak sesuai syarat masih diperiksa Polda Aceh. Di Aceh Timur ada peomtongan oleh korlap.


Telkom University Terima 8.036 Mahasiswa Baru dari 100 Ribu Lebih Pendaftar

18 jam lalu

Telkom University Terima 8.036 Mahasiswa Baru dari 100 Ribu Lebih Pendaftar

Kini total mahasiswa Telkom University berjumlah 32 ribu orang.


Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Aman, Ada Pasukan Basmallah, Polda Metro: Alhamdulillah

22 jam lalu

Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Aman, Ada Pasukan Basmallah, Polda Metro: Alhamdulillah

Polda Metro Jaya menyebut demo tolak kenaikan BBM dari berbagai elemen masyarakat di Jakarta berlangsung aman.


Sudah 3 Tahun Kematian Randi dan Yusuf Kardawi Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Siapa Tanggung Jawab?

1 hari lalu

Sudah 3 Tahun Kematian Randi dan Yusuf Kardawi Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Siapa Tanggung Jawab?

Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Imawan Randi dan Yusuf Kardawi, tewas saat mengikuti aksi unjuk rasa penolakan RKUHP pada 26 September 2019.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

1 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

1 hari lalu

Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

Polsek Tanjung Duren membagikan bantuan beras kepada puluhan pengemudi bajaj yang ada di kawasan Jalan Kusuma I Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

2 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Kemendikbudristek Gelar Lomba Produk Metaverse untuk Mahasiswa

2 hari lalu

Kemendikbudristek Gelar Lomba Produk Metaverse untuk Mahasiswa

Tersedia berbagai perangkat Apple untuk pemenang lomba produk metaverse ini. Peserta terbuka untuk mahasiswa berbagai jenjang.