KDEI Taipei Selidiki Dugaan Kerja Paksa Mahasiswa RI di Taiwan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan.[kdei-taipei.org]

    Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan.[kdei-taipei.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI sedang menyelidiki laporan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia untuk Taipei (KDEI Taipei) di Taiwan terkait pengaduan kerja paksa berkedok skema kuliah-magang mahasiswa Indonesia.

    Menanggapi hal ini, KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk klarifikasi, ungkap rilis yang diungkap kepada Tempo, 2 Januari 2019.

    Dari hasil investigasi KDEI Taipei, tercatat situasi yang dialami mahasiswa peserta kuliah-magang di Taiwan berbeda di 8 perguruan tinggi. Oleh karena itu, KDEI Taipei akan melakukan penyelidikan lebih jauh.

    Baca: Ratusan Ribu Orang Protes Pakta Dagang Taiwan 

    Aduan pertama kali dirilis di portal indonesianlantern.com, sebuah situs yang dikelola oleh diaspora Indonesia di AS, pada 31 Desember 2018.

    Dalam artikelnya, sekitar 300 mahasiswa Indonesia di Taiwan diduga dipaksa bekerja di pabrik-pabrik industri.

    Mahasiswa yang dipaksa bekerja berasal dari 6 perguruan tinggi Taiwan, diangkut truk ke sejumlah kawasan industri untuk merakit berbagai produk, di antaranya ke pabrik pembuat lensa kontak.

    Legislator Partai Nasionalis Kuomintang Ko Chih-en berbicara di Legislatif Yuan di Taipei pada 30 Oktober.[Taipei Times]

    Hal itu terungkap dari penyelidikan Ko Chih-en, anggota parlemen Partai Kuomintang, Taiwan, yang hasilnya diumumkan pekan lalu. Dalam investigasinya, Ko Chih-en menemukan bukti bahwa 300 mahasiswa Indonesia, salah satunya yang menjalani kuliah di Universitas Hsing Wu, dijadikan pekerja paksa dalam skema kuliah-magang kampus.

    Investigasi Ko Chih-en membuat gempar Departemen Pendidikan Taiwan, ungkap laporan Indonesian Lantern. Pasalnya, kementerian telah melarang mahasiswa asing untuk bekerja di tahun pertama studi.

    Baca: Libur Akhir Tahun ke Taiwan, Turis Indonesia Gemar 6 Lokasi Ini

    Terkait hal ini, Kemlu RI melalui Kementerian Perdagangan RI meminta KDEI Taipei untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini, memastikan otoritas setempat melindungi mahasiswa Indonesia dan menghentikan sementara perekrutan program mahasiswa skema kuliah-magang.

    Menurut laporan Kemenlu RI, saat ini diperkirakan sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, termasuk 1.000 mahasiswa yang mengikuti skema kuliah-magang di 8 universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H