5 Poin Klarifikasi Isu Kerja Paksa Mahasiswa Indonesia di Taiwan

Reporter

Editor

Budi Riza

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan.[kdei-taipei.org]

TEMPO.COTaiwan – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan dan manajemen kampus dari Universitas Teknologi Hsin Wu, Taiwan, memberikan klarifikasi soal adanya isu “kerja paksa”, yang dialami mahasiswa Indonesia di negara ini.

Baca:

 

Munculnya isu ini justru membuat pengurus PPI Taiwan meminta pemerintah Indonesia untuk menyediakan pejabat setingkat atase untuk mengelola, memantau, dan mengevaluasi program-program kerja sama antara kedua negara.

Berikut klarifikasi PPI dan manajemen kampus soal isu ini: 

1. PPI menilai penggunaan kata “kerja paksa” dinilai kurang tepat meskipun diakui adanya sejumlah mahasiswa yang mengalami kelebihan kerja saat melakukan proses magang dari ketentuan maksimal 20 jam per pekan. “Namun demikian, seluruh jam kerja yang dilakukan tetap diberikan gaji,” begitu dilansir pengurus PPI Taiwan dalam laman situs ppitaiwan.org.

Baca:

 

2. PPI Taiwan menilai masalah ini muncul karena sejumlah pihak melakukan perekrutan dan pengiriman mahasiswa magang secara masif. Sementara kedua belah pihak belum menyepakati detil pengelolaannya melalui suatu technical arrangement. “Teman-teman mahasiswa memang harus bekerja (magang) untuk memenuhi biaya sekolah dan hidupnya karena tidak ada beasiswa. Asda beberapa universitas yang hanya memberikan beasiswa 6 bulan sampai 1 tahun saja,” begitu pernyataan PPI Taiwan dalam situsnya.

Baca:

 

3. Manajemen Universitas Teknologi Hsin Wu, Taiwan, mengatakan kebijakan pemerintah mengenai New Southbound Policy mewajibkan perusahaan di Taiwan melatih keterampilan mahasiswa tanpa biaya. Orientasi pelaksanaan Industry - Academia Collaboration untuk kelas internasional adalah kampus merekrut mahasiswa asing yang ingin kuliah namun memiliki kendala ekonomi. Maka, kampus memberikan pengurangan biaya kuliah dan perusahaan menyediakan kesempatan magang bagi mahasiswa sesuai kondisi ekonomi masing-masing mahasiswa.

Baca:

 

4. Manajemen Universitas Teknologi Hsin Wu mengatakan mahasiswa mulai mengikuti magang pada tahun kedua dan tidak pernah dieksploitasi. Semua tercatat dalam absensi kehadiran dan dikuatkan dengan slip gaji yang diterima mahasiswa selama bekerja. Manajemen menyayangkan merebaknya isu “kerja paksa” ini karena merusak reputasi perusahaan. Manajemen kampus juga mengingatkan mahasiswa bekerja magang dalam kelompok tidak lebih dari 20 jam per pekan. Ini sesuai prosedur dalam pengajuan ijin kerja, asuransi kesehatan dan tenaga kerja, serta kampus mengatur transportasi antar-jemput para mahasiswa.

5. Manajemen kampus Hsin Wu di Taiwan juga mengingatkan mahasiswa bekerja magang dalam kelompok tidak lebih dari 20 jam per pekan. Ini sesuai prosedur dalam pengajuan ijin kerja, asuransi kesehatan dan tenaga kerja, serta kampus mengatur transportasi antar-jemput para mahasiswa.






Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

7 jam lalu

Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

Tak hanya KRI Nanggala-402 yang tenggelam 2021 lalu, TNI ternyata memiliki 4 kapal selam lain dengan spesifikasi yang berbeda.


Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

8 jam lalu

Ini Dalih RI Tolak Usul AS Bahas Uyghur di Dewan HAM PBB

Indonesia memandang pendekatan yang diajukan oleh negara pengusung dalam Dewan HAM mengenai Uyghur tidak akan menghasilkan kemajuan yang berarti.


Indonesia Kerja Sama dengan Singapura untuk Gelar Formula 1 di Bintan

11 jam lalu

Indonesia Kerja Sama dengan Singapura untuk Gelar Formula 1 di Bintan

Indonesia menjalin kerja sama dengan Singapura untuk memajukan motorsport di kawasan Asia Tenggara, termasuk menggelar Formula 1 di Bintan.


Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

11 jam lalu

Anggota Dewan HAM PBB Tolak Bahas Kasus Muslim Uyghur, termasuk Indonesia

"Kami tidak akan pernah menyerah tetapi kami sangat kecewa dengan reaksi negara-negara Muslim," kata presiden Kongres Uyghur Dunia.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

22 jam lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

1 hari lalu

Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan tidak akan menggantungkan nasib pertahanan wilayahnya kepada pihak lain.


Taiwan: China telah Menghancurkan Kesepakatan di Selat Taiwan

2 hari lalu

Taiwan: China telah Menghancurkan Kesepakatan di Selat Taiwan

China telah menghancurkan kesepakatan diam-diam tentang gerakan militer di Selat Taiwan dengan melintasi 'garis tengah' tidak resmi yang mengalir di perairan itu.


Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

2 hari lalu

Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Pengamat CSIS mengatakan, dengan tidak menyebutkan nama Rusia, pernyataan Indonesia ihwal aneksasi wilayah Ukraina dapat disalahartikan


Urutan Peringkat IQ Negara di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?

2 hari lalu

Urutan Peringkat IQ Negara di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?

World Population Review kembali merilis negara-negara dengan peringkat IQ tertinggi di dunia. Bagaimana dengan negara-negara di Asia Tenggara?


Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

3 hari lalu

Jepang Jadi Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia, Bagaimana Indonesia?

World Population Review tahun ini kembali melakukan pemeringkatan skor IQ ratusan negara di dunia. Bagaimana dengan Indonesia?