Sosialisasi Tugas Diplomat, Kemenlu Gandeng Maliq & D'Essentials

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik Maliq & D'Essentials, Tulus dan Diskoria meramaikan puncak kegiatan Diplomacy Festival atau DiploFest di Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu malam, 19 Desember 2018. Sumber: istimewa

    Grup musik Maliq & D'Essentials, Tulus dan Diskoria meramaikan puncak kegiatan Diplomacy Festival atau DiploFest di Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu malam, 19 Desember 2018. Sumber: istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok musik Maliq & D'Essentials, Tulus dan Diskoria meramaikan puncak kegiatan sosialisasi tugas-tugas diplomat atau Diplomacy Festival di Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu malam, 19 Desember 2018. DiploFest di Bandung dihadiri sekitar dua ribu mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung dan masyarakat umum.

    Pemilihan kelompok musik itu tampaknya sejalan dengan nafas DiploFest yang menyasar kalangan muda. Sekarang ini, semakin banyak anak muda Indonesia yang terlibat dalam kegiatan debat-debat internasional. Dengan begitu, penting bagi mereka untuk mengetahui secara langsung dari para diplomat Kementerian Luar Negeri soal bagaimana berdebat dengan baik dan substansi debat.

    Baca: Sosialisasi Tugas Diplomat, Kementerian Luar Negeri Masuk Kampus

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, tengah, membuka acara puncak DiploFest di Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu, 19 Desember 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    DiploFest adalah program baru Kementerian Luar Negeri RI atau Kemenlu pada tahun ini. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan kegiatan DiploFest ini ditujukan agar masyarakat paham apa yang seperti apa diplomasi Indonesia dan proses diplomasi apa yang sedang dilakukan pemerintah.

    DiploFest juga ditujukan agar masyarakat Indonesia paham terhadap kepentingan-kepentingan mereka dan mendorong pemerintah memasukkannya ke dalam kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan politik luar negeri. Contoh kasusnya upaya Indonesia mendorong kemerdekaan penuh bagi Palestina.

    Baca: Kementerian Luar Negeri Kenalkan Indonesia Kini ke Diplomat Muda

    "Tujuan DiploFest ini kami gagas juga untuk memanfaatkan keahlian yang dimiliki oleh para diplomat Indonesia untuk pemberdayaan mahasiswa. Misalnya, bagaimana menghadapi debat, meningkatkan kemampuan bahasa hingga informasi mengenai keprotokolan," kata Retno.

    Melalui Diplomacy Festival diharapkan tidak ada lagi jarak antara politik luar negeri dengan masyarakat. Bukan hanya itu, masyarakat pun bisa mengetahui pencapaian-pencapaian politik luar negeri Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.