Selain Cina, India Juga Bangun Kereta Peluru Bawah Laut

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis mengambil foto kereta peluru yang menghubungkan Shanghai dengan Hangzhou, Selasa, di Shanghai, Cina. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

    Jurnalis mengambil foto kereta peluru yang menghubungkan Shanghai dengan Hangzhou, Selasa, di Shanghai, Cina. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain Cina, India juga sedang membangun kereta peluru bawah laut. Langkah awal, pemerintah India telah mengumumkan tentang proses pembelian kereta peluru seri Shinkansen 18E5 dari Jepang seharga US$964 juta atau setara Rp 13,8 triliun.

    Adapun Beijing dilaporkan baru saja menyetujui proyek kereta peluru bawah laut pada berbiaya Ro 43,2 juta., seperti dikutip dari CNN, 29 November 2018. Proyek ditargetkan rampung pada tahun 2025. 

    Baca: Cina Bangun Kereta Peluru Bawah Laut Berbiaya Rp 43,2 Triliun

    Kereta ini menghubungkan kota pelabuhan Ningbo di selatan Shanghai ke Zhoustan, patai timur di provinsin Zheijang, sekitar 77 kilometer jarak kedua kota ini.

    Menurut laporan Travel anda Leisure, 11 September 2018, sebelum membangun kereta, India akan mengajukan manufaktur kereta dari Jepang untuk berpartisipasi dalam tender.

    Rute kereta peluru akan menghubungkan Mumbai dan Ahmedabad dengan berhenti di 12 stasiun antara kedua kota. Dalam jarak 13 mil, kereta akan berada di bawah laut menghubungkan Thane Creek ke Virar.

    Baca: Perdana Beroperasi, 3 Fakta Kereta Cepat Hong Kong - Cina Daratan

    "Setiap kereta akan memiliki 10 masinis dan mampu berlari dengan kecepatan 350 kilometer per jam," ujar laporan resmi Economic Times. Itu artinya kereta berkecepatan tinggi ini menempuh jarak sejauh itu dalam tempo 2 jam.

    Nantinya harga tiket kereta peluru bawah laut diperkirakan sebesar US$41. Untuk first class, service dan perlengkapannya akan setara dengan kelas serupa yang disediakan maskapai penerbangan.

    Pembangunan konstruksi kereta peluru bawah laut akan dimulai pada Januari 2019 dan dijadwalkan rampung pada tahun 2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.