Rabu, 21 November 2018

Hillary Clinton Pastikan Tak Maju Pemilu Presiden Amerika 2020

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Clinton. Getty Images

    Hillary Clinton. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyangkal kabar yang menyebutnya akan kembali maju dalam pemilu presiden pada 2020. Kendati begitu, Clinton masih ingin mendapat jabatan di Gedung Putih.

    "Tidak, saya tidak akan mencalonkan diri lagi (pemilu presiden). Saya berharap Partai Demokrat bisa menguasai Gedung Putih pada Januari 2021 karena ada banyak hal yang harus dibereskan," kata Clinton, dalam sebuah wawancara ketika ditanya apakah dia akan mencalonkan diri lagi.

    Baca: Donald Trump Tuduh Cina Meretas Email Hillary Clinton

    Mantan calon presiden dari partai Demokrat, Hillary Clinton meninggalkan panggung suai menyaksikan upacara pelantikan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-45 di Washington, DC, AS, 20 Januari 2017. REUTERS

    Dikutip dari newsweek.com, Senin, 29 Oktober 2018, Clinton belum bisa melihat sosok paling pas dari Partai Demokrat yang akan menjadi kandidat paling kuat untuk melawan Donald Trump dari Partai Republik dalam pemilu 2020. Namun dia menilai siapa pun yang akan menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya memiliki beban tugas berat yang harus dilakukan. 

    "Saya belum bisa memikirkan itu (kandidat) sampai pemilu sela pada 6 November mendatang. Namun saya akan melakukan apapun untuk memastikan Partai Demokrat berkuasa pada Januari 2021," kata Clinton.

    Baca: Hillary Clinton Jadi Capres Wanita Pertama AS?

    Menurutnya, saat ini ada banyak calon potensial untuk menjadi candidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Namun Clinton ingin fokus pada pemilu sela 6 November mendatang karena jika dalam pemilu itu Partai Republik kembali mengontrol cabang-cabang pemerintahan, maka akan semakin susah menjalankan pemerintahan dan masyarakat Amerika Serikat bisa menjadi target kebencian orang-orang yang mengkritik Trump.

    Trump dan Clinton adalah dua kandidat presiden Amerika Serikat dalam pemilu 2016. Pemilu itu meloloskan Trump ke kursi presiden dari Partai Republik. Clinton menyebut pemerintahan Amerika Serikat saat ini telah membingungkan dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.