Rabu, 21 November 2018

Pelaku Penembakan Sinagog Unggah Koleksi Senjata Sebelum Beraksi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robert Bowers, pelaku penembakan sinagog idi Pittsburgh [Sky News]

    Robert Bowers, pelaku penembakan sinagog idi Pittsburgh [Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku yang menembaki sinagog Yahudi "Tree of Life" di Pittsburgh dan menewaskan 11 orang sempat mengunggah koleksi senjata dan ujaran kebencian di media sosial.

    Tersangka bernama Robert Bowers, 46 tahun, mengunggah foto dari koleksi tiga pistol Glocknya

    Baca: Pria Bersenjata Api Tembaki Sinagog, 11 Jamaah Yahudi Tewas

    Dia juga mengunggah gambar yang menunjukkan gambar target hasil latihan menembaknya.

    Jaksa federal menuduh Bower dengan 29 tuntutan pidana termasuk pelanggaran kekerasan dan senjata api, serta melanggar undang-undang hak sipil AS.

    Unggahan koleksi pistol Robert Bowers di situs Gab. [Mirror.co.uk]

    Dua jam sebelum Bowers masuk ke sinagog "Tree of Life" dan melepaskan tembakan selama ibadah Sabat, Bowers mengunggah di situs jejaring sosial Gab.com tentang Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS).

    HIAS adalah organisasi nirlaba yang membantu pengungsi Yahudi pindah ke Amerika Serikat.

    "HIAS suka membawa penjajah yang membunuh orang-orang kita. Aku tidak bisa duduk dan menonton orang-orangku dibantai. Pasang optikmu (teropong senjata), aku akan bergegas," unggah Bowers di Gab.com, beberapa saat sebelum penembakan pada Sabtu pagi 27 Oktober.

    Baca: Donald Trump Mau Penembak Sinagog Pittsburgh Dihukum Mati

    Gab.com mengatakan ketika pihaknya mengetahui profil penembakan tersangka di situsnya, ia mengambil tindakan "cepat dan proaktif" untuk segera menghubungi penegak hukum.

    Gab, yang mempromosikan dirinya sebagai alternatif jejaring sosial yang lebih bebas setelah Twitter kini diawasi secara ketat, mengatakan bahwa ia mencadangkan data pengguna dan menangguhkan akun, kemudian mengatakan kepada Biro Investigasi Federal tentang data yang dipegang oleh perusahaan.

    "Gab dengan tegas mengingkari dan mengutuk semua tindakan terorisme dan kekerasan," kata pernyataan resmi Gab.

    Petugas kepolisian berjaga di TKP penembakan Sinagog Pittsburgh setelah pelaku ditahan. [REUTERS]

    Arsip unggahan Bower sejak ia bergabung dengan situs Gab pada Januari 2018 tampak menunjukkan kebencian dan ujaran antisemitisme.

    Bowers juga mengecam Presiden AS Donald Trump sebagai globalis yang tidak melakukan apa pun untuk menghentikan invasi orang-orang Yahudi ke Amerika Serikat.

    Baca: Penembakan Massal di Amerika Serikat, 6 Tewas

    "Perlu diingat, saya tidak memilih dia (Trump) atau saya tidak memiliki, memakai atau bahkan menyentuh topi MAGA," tulisnya, yang mengacu pada slogan kampanye Donald Trump "Make America Great Again".

    Dilansir dari Daily Mail, HIAS adalah organisasi Yahudi yang melayani pengungsi dan didirikan pada 1881, awalnya untuk membantu orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari pogrom di Rusia dan Eropa Timur.

    Petugas polisi menjaga sinagog Tree of Life setelah pelaku menembaki sinagog di Pittsburgh, Pennsylvania, AS, 27 Oktober 2018. [REUTERS / John Altdofer]

    Dalam dua hari terakhir ia mengunggah ulang artikel dari situs web HIAS tentang National Refugee Shabbat minggu lalu, sebuah acara organisasi dan individu di seluruh AS untuk menciptakan pengalaman Sabat yang didedikasikan bagi para pengungsi.

    "....Anda suka membawa penjajah yang bermusuhan untuk tinggal di antara kita? Kami berterima kasih atas daftar teman-teman yang Anda sediakan," tulis Bowers.

    Baca: Penembakan Massal di Amerika, 17 Siswa Sekolah Tewas

    Dia kemudian memberikan tautan, namun Sinagog Tree of Life di Pittsburgh tidak ada dalam daftar itu. Seorang juru bicara di HIAS mengatakan organisasi masih memantau situasi dan belum memiliki komentar terkait penembakan sinagog Yahudi Tree of Life Pittsburgh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.