Jamal Khashoggi Tewas, Trump dan Erdogan Sepakat Ungkap Kasusnya

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. REUTERS

    TEMPO.CO, Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara lewat sambungan telepon mengenai upaya investigasi kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi.

    Baca:

     
     

    “Erdogan dan Trump bersepakat kasus Khashoggi diungkap semua aspeknya,” begitu dilansir media Anadolu mengutip penjelasan dari kantor media Presiden Turki pada Senin, 22 Oktober 2018 waktu setempat.

    Jamal Khashoggi, kolumnis dari Washington Post yang juga pemegang izin penduduk atau US resident, terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober 2018.

    Jamal Khashoggi dan Hatice Cengiz. [habersev.com]

    Khashoggi merupakan bekas penasehat pemerintah Saudi dan menjadi salah satu pengritik terkemuka soal kebebasan berekspresi di Arab Saudi. Saat itu, dia mengurus dokumen untuk rencana pernikahannya dengan seorang gadis Turki yang menjadi tunangannya.

    Baca:

     

    Sekitar dua pekan setelah Khashoggi raib, pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis terkemuka ini tewas di dalam gedung Konjen Saudi di Istanbul karena terjadi perkelahian melawan sejumlah orang yang.

    Menurut salah satu sumber yang dikutip CNN, Khashoggi tewas karena dicekik atau lehernya dijerat tali. Tubuhnya lalu dibuang ke sebuah lokasi dengan bantuan orang lokal. Hingga kini, mayat Khashoggi belum ditemukan.

    Baca:

     

    Namun, menurut otoritas keamanan Turki, seperti dilansir Anadolu, Khashoggi tewas dibunuh lalu dimutilasi setelah sebelumnya menjalani interogasi dan penyiksaan. Ada 15 orang Saudi termasuk sejumlah pejabat intelijen terlibat dalam skandal pembunuhan ini.

    Mereka tiba di Istanbul menggunakan dua pesawat sewaan pada hari yang sama Khashoggi berada di dalam kantor Konjen. Setelah membunuh Khashoggi, orang-orang ini pergi dari Istanbul menggunakan pesawat sewaan.

    Baca:

     

    CNN melansir petugas intelijen Turki sempat mengecek salah satu pesawat itu ketika mendapat laporan dari tunangan Khashoggi bahwa calon suaminya kemungkinan diculik dan dibunuh. Namun, petugas intelijen Turki tidak mendapatkan bukti ada jasad Khashoggi di dalam pesawat.

    Soal kasus ini, Raja Salman dari Arab Saudi dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman, menguncapkan belasungkawa atas tewasnya Khashoggi dengan cara mengenaskan.

    Baca:

     

    Raja Salman berjanji, seperti dilansir kementerian Luar Negeri Saudi, untuk menghukum 18 orang tersangka dalam kasus tewasnya Jamal Khashoggi ini secara proporsional. Raja juga telah membentuk Komite Menteri untuk merombak badan intelijen Arab Saudi, yang mendalangi pembunuhan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.