Senin, 22 Oktober 2018

Sembunyi di Loteng, Raja Narkoba Beromset Rp 22 Triliun Ditangkap

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andrew Deamer ditangkap saat bersembunyi di loteng selama penggerebekan pukul 6 pagi [mirror.co.uk]

    Andrew Deamer ditangkap saat bersembunyi di loteng selama penggerebekan pukul 6 pagi [mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Narkoba pemasok kokain asal Inggris, Andrew Deamer, ditangkap setelah bersembunyi di loteng dalam penggerebakan di Kolombia.

    Polisi menggerebek kediaman Deamer yang merupakan pemosok kokain dalam penggeledahan pukul 6 pagi oleh pasukan Kolombia.

    Baca: Operasi Anti-Narkoba, Polisi Inggris Gerebek 15 Alamat di London

    Dilaporkan Mirror.co.uk, 2 September 2018, dengan mengenakan celana pendek dan kaus, Deamer masuk ke persembunyian rahasia setelah menyadari pasukan anti-narkoba dan tentara serta pasukan angkatan laut mendekati kediamannya.

    Andrew Deamer berembunyi di loteng (Foto Charlie Hall via mirror.co.uk)

    Deamer, 52 tahun, ditahan bersama dengan istri keduanya, Marcela Zapata, 37 tahun, dalam sebuah operasi yang menghancurkan jaringan narkoba senilai 354 juta Poundsterling atau Rp 6,7 triliun.

    Penggerebekan terjadi di Rionegro, 32 kilometer dari Medellin, di mana raja kokain Pablo Escobar pernah berkuasa.

    Baca: Dikira Sereal, Bocah 8 Tahun Tewas Overdosis Usai Makan Sabu-sabu

    Kantor Kejaksaan Kolombia menuduh Andrew Deamer berada di belakang berton-ton kokain yang dikirim ke Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, yang diperkirakan memiliki omset narkoba senilai 1,2 miliar Poundsterling atau Rp 22,9 triliun.

    Istri kedua Andrew Deamer, Marcella.(mirror.co.uk)

    Dia juga dicurigai memiliki serangkaian laboratorium di mana kokainnya bisa disamarkan sebagai makanan anjing, makanan kucing dan pupuk, melalui proses kimia. Kokain dimasak dengan esens dan pewarna, kemudian kokain diekstraksi setelah dikirimkan.

    Andrew Deamer sekarang ditahan di penjara La Picota yang terkenal di Spanyol setelah pemerintah setempat mengatakan dia telah menandatangani perjanjian awal untuk membantu mereka dengan imbalan hukuman yang lebih ringan, yakni 14 tahun dan delapan bulan.

    Kokain yang diamankan dalam penggerebekan Andrew Deamer di Kolombia (mirror.co.uk)

    Deamer termasuk di antara 18 orang yang ditahan dalam penggerebekan serentak di lima kota. Tersangka lainnya dijuluki El Doc, si Nyamuk, si Skinny One dan The Fat One. Deamer diduga menggunakan rumah terpencilnya sebagai basis untuk jaringan keuangan dan ahli kimia, dengan rute jaringan narkoba yang dipasok melalui laut ke Eropa dan Amerika Serikat.

    Pihak berwenang yakin dia mengelola laboratorium kokain di sekitar Medellin, memiliki basis di kota pelabuhan Barranquilla di pantai Karibia dan fasilitas pemrosesan lain di Panama.

    Andrew Deamer bersama 17 tersangka lain dalam penggerebakan anti-narkoba kepolisian Kolombia (mirror.co.uk)

    Dia juga memiliki perusahaan di kota pelabuhan Brazil Fortaleza, yang digunakan oleh geng narkoba untuk mengirim kokain ke Eropa. Deamer memiliki lebih dari 2,5 ton kokain yang disamarkan sebagai makanan hewan peliharaan dan pupuk. Kantor Jaksa Agung Kolombia mengatakan jumlah kokain itu disita dalam penggerebekan tiga tahun terakhir.

    Baca: Wow, Pengedar Narkoba Inggris Pecah Rekor Tahan BAB 34 Hari

    Dikatakan Deamer dituduh memperdagangkan enam ton narkoba jenis kokain dari Barranquilla untuk sindikat lain, atau membeli kokain senilai 354 juta Poundsterling (Rp 6,7 triliun) secara langsung darinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.