Wow, Pengedar Narkoba Inggris Pecah Rekor Tahan BAB 34 Hari

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengedar Narkoba Pecah Rekor  Tahan Buang Air Besar 34 Hari

    Pengedar Narkoba Pecah Rekor Tahan Buang Air Besar 34 Hari

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bandar narkoba di Inggris memecahkan rekor sebagai manusia yang berhasil menahan buang air besar selama lebih dari sebulan.

    Lemarr Chambers, 24, yang ditahan selama 34 hari, diyakini telah menelan obat-obatan setelah dia ditangkap karena dicurigai memasok obat-obatan Kelas A pada 17 Januari 2018.

    Baca:  Menteri Pertahanan Inggris Mundur karena Pelecehan Seksual

    Chambers hadir di Pengadilan Magistrat Chelmsford pada Senin saat polisi mengajukan permohonan perpanjangan untuk menahannya. Pada persidangan itu terungkap bahwa Chambers menolak untuk makan dan hanya makan bar gandum Frosties dan ikan masakan ibunya.

    Baca: Awasi Laut, Menteri Susi Gunakan Satelit Inggris Senilai Rp 133 M

     

    Itu adalah permohonan keenam yang dibuat, dan petugas diberi izin untuk menahannya sampai Jumat.

    Polisi menunggunya untuk mengeluarkan obat-obatan terlarang yang mereka percaya telah ditelannya.

    Sementara itu, juru bicara Main Care Associate for Gastroenterology, Trish Macnair, mengatakan ada risiko kecil pembengkakan dan luka pada usus.

    "Anda mungkin mengharapkan perut kosong saat itu terjadi. Saya kagum bahwa dia bisa bertahan selama itu," katanya seperti dilansir Metro.uk pada 21 Februari 2018. Berita ini juga dilansir The Sun.

    Chambers kini telah memecahkan rekor dalam penahanan polisi tanpa buang air besar yang sebelumnya tercatat selama 23 hari.

    Operasi Raptor West, unit kejahatan jalanan Essex Police di Harlow, Epping Forest, Brentwood dan Thurrock, Inggris, juga memperbarui setiap informasi terkait Chambers melalui Twitter menggunakan hashtag #poowatch.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.