Iran Tangkapi Orang Berkewarganegaraan Ganda, Dituduh Mata-mata

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi. [ALJAZEERA]

    Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi. [ALJAZEERA]

    TEMPO.CO, JakartaIran menangkapi sejumlah orang berkewarganegaraan ganda dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan negara lain.

    Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi menjelaskan penangkapan sejumlah orang dengan kewarganegaraan ganda, namun menolak menjelaskan secara rinci tentang mereka yang ditangkap dan kapan mereka ditangkap.

    Baca: Bocorkan Intelijen kepada Iran, Eks Menteri Israel Ditangkap

    "Saya telah berulang kali meminta orang-orang untuk menginformasikan kepada kami jika mereka mengetahui siapa saja berkewarganegaraan ganda. Unit antispionase di Kementerian Intelijen sukses mengidentifikasi dan menangkap sejumlah mata-mata dari beberapa lembaga pemerintah," kata Alavi seperti dilaporkan ISNA, dan dilansir dari Aljazeera, Rabu, 29 Agustus 2018.

    Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda, namun juga tidak rutin mengumumkan penangkapan orang dengan kewarganegaraan ganda.

    Baca: Dituding Mata-mata, Jerman Cari 10 Intelijen Iran

    Penangkapan terhadap orang-orang dengan kewarganegaraan ganda meningkat setelah Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berbicara tentang penyusupan mata-mata Barat di lembaga-lembaga pengambil keputusan Iran.

    Reuters baru-baru ini melaporkan, sedikitnya 30 orang berkewarnegaraan ganda telah ditangkap oleh Pasukan Garda Revolusi Iran dengan tuduhan terbanyak sebagai mata-mata.

    Pekan lalu, seorang berkewarganegaraan ganda, Iran dan Inggris, dibebaskan tiga hari setelah ditangkap atas tuduhan merancang penjatuhan pemerintahan Iran pada Februari lalu.

    Baca: Mossad Rekrut Warga Iran Jadi Agen Intelijen  

    Pengumuman Alavi pada hari Rabu, 29 Agustus 2018. tentang penangkapan sejumlah orang berkewarganegaraan ganda atas tuduhan melakukan aksi intelijen muncul di saat hubungan Iran dan Amerika Serikat sangat buruk.

    Hubungan keduanya memburuk setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan penyelesaian denuklirisasi Iran pada 8 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.